Cari Kategori

MOTIVASI ORANGTUA MENGGUNAKAN PIJAT BAYI UNTUK TUMBUH KEMBANG ANAK

Posted by Indeks Prestasi

MOTIVASI ORANGTUA MENGGUNAKAN PIJAT BAYI UNTUK TUMBUH KEMBANG ANAK



BAB I 
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Anak adalah amanah dari Allah, anak juga menjadi buah hati orang tua, kehadiran seorang anak dapat membahagiakan dan menyenangkan setiap orang, apalagi bila melihat anak itu sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia. Setiap orang tua selalu mendambakan anak-anaknya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, sehat jasmani maupun rohaninya.
Menjadikan anak yang sehat jasmani dan rohaninya, orang tua harus berupaya keras dan selalu memperhatikan pertumbuhannya, dengan memberikan asupan gizi yang baik, menjaga kesehatan tubuh anak dan melindungi dari penyakit, untuk sehat rohaninya orang tua dapat mendidik dan mengasuhnya dengan penuh cinta kasih.
Orang tua menjadi sangat khawatir apabila anak-anaknya sakit, sehingga dengan berbagai upaya dilakukan oleh orang tua agar anaknya sembuh dan menjadi sehat kembali. Diantaranya dengan pergi ke dokter praktek, rumah sakit ataupun puskesmas, selain itu orang tua juga memijatkan anak pada pemijat bayi sebagai alternatif untuk menjaga kesehatan anak.
Studi ini bermaksud mengungkap motivasi orang tua melakukan pijat bayi dan menggunakan jasa pijat bayi. Karena fenomena yang terjadi sampai sekarang, banyak para orang tua bahkan para ibu muda yang melakukan pijat bayi pada putra-putrinya atau menggunakan jasa pijat bayi yang dalam istilah jawa disebut "dadah", atau "ndadahke" (SA. Mangunsuwito dalam Kamus Lengkap Bahasa Jawa) yang artinya memijatkan atau meng-urut kan anak pada orang yang dianggap bisa dan biasa memijat anak bayi maupun balita yang disebut "dukun bayi". Orang tua yang bisa dan mampu memijat bayinya sendiri, melakukannya sendiri tanpa bantuan dukun pijat bayi.
Dari studi awal, peneliti mengajak dialog untuk mendapatkan informasi dari ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok orang tua anak didik pos pendidikan anak usia dini (Pos PAUD) X yang berada di Kelurahan X sebanyak lima belas orang, yang sebagian besar adalah ibu muda yang baru mempunyai anak satu atau dua anak. adapun ibu-ibu tersebut apabila putra-putrinya mengalami tidak enak badan, badannya panas, sering menangis dan gelisah dalam tidurnya maka ibu-ibu tersebut tidak ke dokter dulu namun membawa anaknya ke dukun bayi dulu untuk didadahke (diurut). Setelah anaknya diurut, ibu-ibu muda tersebut merasa tenang karena sang buah hati dapat tidur nyenyak, tidak sering menangis, mau makan dan badannya sudah tidak hangat atau panas lagi.
Hal demikian biasa dilakukan oleh ibu-ibu tersebut, namun tidak menutup kemungkinan ibu-ibu tersebut juga membawa anaknya untuk ke dokter. Apabila setelah dipijat belum ada perubahan, terutama bila suhu badan anak masih juga panas. Kebiasaan orang tua memijat bayinya atau memijatkan bayinya pada dukun pijat bayi, secara turun menurun masih banyak dilakukan oleh para orang tua ataupun keluarga yang mempunyai anak bayi maupun balita. Dengan alasan dan penyebab yang hampir sama.
Disamping itu juga memijat bayi ataupun memijatkan bayinya masih banyak dilakukan karena pijat bayi dapat mengatasi anak yang mengalami keseleo yang disebabkan karena bayi itu banyak gerak, dan kelelahan yang dialami bayi tersebut selama mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan.
Kebiasaan pijat memijat ini sendiri dalam kehidupan masyarakat kita, sebenarnya merupakan tradisi yang sudah dikenal sejak lama. Melalui sentuhan pemijatan terhadap jaringan otot, peredaran darah dapat meningkat makin lancar, ataupun posisi otot dapat dipulihkan dan diperbaiki sehingga dapat meningkatkan fungsi-fungsi organ tubuh dengan sebaik-baiknya. Pendapat ini dikemukakan oleh Hasri Ainun dan Utami Roesli (2008 : 3). Dengan demikian pijat bayi dapat membantu proses tumbuh kembang anak.
Sampai sekarang peneliti melihat masyarakat X yang masih meneruskan budaya dari orang tua terdahulu, yaitu menggunakan pijat bayi dan memijatkan bayinya. Pijat bayi dapat membantu menjaga kesehatan anak dan sebagai alternatif pengobatan dan penyembuhan apabila terjadi sakit ataupun ketidaknyamanan dalam tidur. Pada anak awalnya saat anak tampak gelisah, dan sering menangis, panas pada bagian tangan, kaki dan tengkuk bayi atau balita mereka.
Kota X sebagai kota besar tidak dapat lepas dari budaya atau tradisi "ndadahke" ini. Walaupun Kota X untuk bidang kesehatan sudah menjadi salah satu prioritas penanganan di Kota X yaitu penanganan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan. Secara umum kebijakan Pemerintah kota X di bidang kesehatan bertujuan untuk membangun, meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat serta untuk meningkatkan harapan hidup dan kualitas sumber daya manusia.
Fenomena di atas tidak berarti bahwa semua orang tua yang mempunyai balita selalu menggunakan jasa pijat bayi atau "ndadahke". Disebabkan karena beberapa alasan yang menurut mereka para orang tua logis dan masuk akal. Diantaranya adalah : 1) Tulang bayi masih lemah dan lunak, belum waktunya untuk dipijat, kasihan anaknya, 2) Ada pengalaman buruk yang terjadi pada anak yang sakit panas dipijat bisa menjadi lumpuh, 3) Biarkan saja tulang bayi tumbuh dan berkembang secara alami.
Namun kasus ini jarang terjadi dan kalaupun terjadi mungkin ada penyebab lain yang belum diketahui. Hal ini tidak menjadi prioritas peneliti karena alasan dan kasus yang muncul dari jasa pijat bayi ini relatif kecil dan tidak menyurutkan kebanyakan orang tua yang masih membutuhkan jasa pijat bayi.
Adapun konteks yang melatari penelitian ini dapat disebutkan sebagai berikut : a. Konteks budaya; b. Konteks layanan kesehatan; c. Konteks kesehatan yang koneksi atau kaitannya dengan tumbuh kembang anak.
Dengan demikian peneliti dapat menggambarkan dan menuliskan apa adanya lebih jauh tentang apa yang menjadi motivasi orang tua menggunakan pijat bayi atau jasa pijat bayi "ndadahke" dan mengapa pijat bayi masih diperlukan dan dibutuhkan serta bagaimana hubungan antara pijat bayi dengan tumbuh kembang anak.
Berdasarkan apa yang telah diuraikan di atas tentang menggunakan pijat bayi maka peneliti mengangkat judul penelitian : STUDI DESKRIPTIF TENTANG MOTIVASI ORANG TUA DALAM MENGGUNAKAN PIJAT BAYI UNTUK TUMBUH KEMBANG ANAK.

B. Rumusan Masalah
Fenomena orang tua yang melakukan pijat bayi "dadah" dan menggunakan jasa pijat bayi "ndadahke" adalah bukan hal yang baru. Sampai sekarang masih banyak orang tua yang melakukan serta membutuhkan pijat bayi dan menggunakan jasa pijat bayi pada orang yang disebut "dukun bayi". Karena dukun bayi tersebut dianggap mumpuni dan bisa memberikan pertolongan serta perlindungan baik secara fisik maupun psikis pada Balita.
Masalahnya apa yang menjadi motivasi orang tua menggunakan pijat bayi atau jasa pijat bayi "ndadahke" dan, mengapa pijat bayi masih diperlukan dan dibutuhkan serta bagaimana hubungan antara pijat bayi dengan tumbuh kembang anak. Berdasarkan dari uraian di atas, maka rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 
1. Motivasi apakah yang mendorong orang tua menggunakan jasa pijat bayi, untuk tumbuh kembang anak ?
2. Apa manfaat pijat bayi menurut orang tua yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak ?

C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini berdasarkan rumusan masalah di atas adalah untuk : 
1. Mengetahui motivasi yang mendorong orang tua menggunakan jasa pijat bayi.
2. Mengetahui manfaat pijat bayi menurut orang tua, yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak.

D.. Manfaat Penelitian
Berdasarkan apa yang telah diuraikan di atas, maka penelitian ini diharapkan dapat mempunyai manfaat sebagai berikut : 
1. Manfaat Teoritis
a. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan informasi pada orang tua dan praktisi pendidik anak usia dini serta para pemerhati anak, untuk membuktikan kebenaran teori tentang motivasi orang tua menggunakan pijat bayi dan hubungan pijat bayi dengan pertumbuhan dan perkembangan anak, melalui teori dan pendapat para pakar yang terkait dengan temuan dari penelitian ini.
b. Menambah wawasan dan pengetahuan bagi pembaca maupun peneliti mengenai motivasi orang tua menggunakan jasa pijat bayi dan hubungan pijat bayi dengan perkembangan anak, yang dikaji dari sudut pandang praktisi pendidik anak usia dini sekaligus sebagai praktisi pijat bayi.
2. Manfaat Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dan pengetahuan bagi para orang tua. Praktisi pendidik anak usia dini dan para pemerhati yang peduli dengan kesehatan balita. Penelitian ini dapat bermanfaat langsung bagi balita yang sangat membutuhkan perhatian terutama di bidang kesehatan, karena dengan membentuk balita yang sehat maka akan terbentuk pula generasi muda yang sehat pula.

Related Post



Posted by: Admin Indeks Prestasi Updated at: 19:44:00

Post a Comment