Cari Kategori

AKTIFITAS BELAJAR KELOMPOK DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA

Posted by Indeks Prestasi

Secara kodrati manusia adalah makhluk individu dan makhluk social. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk social, terkandung suatu maksud bahwa manusia bagaimanapun tidak terlepas dari individu yang lain, hidup bersama antar manusia akan berlangsung dalam berbagai bentuk komunikasi dan situasi. Dalam kehidupan semacam inilah terjadi interaksi dengan lingkungan, interaksi dengan sesamanya maupun interaksi dengan Tuhannya. Sebagaimana firman Allah : 

Artinya : Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Al Hujurat : 13) 

Dari ayat tersebut di atas, hendaknya manusia mampu hidup bersama-sama dengan orang lain, maka dituntut adanya suatu kemampuan untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya, sehingga mereka dapat mengintegrasikan dirinya di tengah-tengah masyarakat.

Di dalam dunia pendidikan juga ada istilah interaksi yang dinamakan interaksi edukatif. Yaitu interaksi yang berlangsung dalam suatu ikatan untuk tujuan pendidikan dan pengajaran. Dengan kata lain apa yang dinamakan interaksi edukatif secara khusus adalah sebagai interaksi belajar mengajar. Belajar dapat juga diartikan sebagai : "Suatu perubahan tingkah laku karena hasil pengalaman yang diperoleh".

Dari pengertian belajar di atas, maka keaktifan siswa sebagai subyek belajar sangat menentukan. Jadi tidak benar adanya suatu anggapan bahwa siswa hanya sebagai obyek pendidikan yang hanya dapat menyimak dan mendengarkan informasi atau pengetahuan yang diberikan gurunya. Dengan demikian di dalam proses interaksi belajar mengajar guru sebagai pengajar tidak boleh mendominasi kegiatan tetapi sebagai seorang guru harus mampu menciptakan kondisi yang kondusif.

Disamping itu tugas guru adalah memberikan motivasi dan bimbingan agar siswa dapat mengembangkan potensi dan kreativitasnya melalui kegiatan belajar. Sehingga dengan demikian diharapkan potensi siswa sedikit demi sedikit dapat berkembang menjadi, manusia yang aktif dan kreatif yang beriman.

Pentingnya motivasi dan bimbingan guru dalam hal belajar siswa dapat dilihat dari pendapat Prof. Dr. Oemar Mohammad al Toumy al Asy Syaibany dalam bukunya Falsafah Pendidikan Islam, menyatakan : 

Menjaga motivasi, kebutuhan, minat dan keinginannya pada proses belajar sangat penting sebab dengan menggerakkan motivasi dan berbagai aktifitas yang diminta pelajar serta metode-metode yang baik dapat menjadikan pelajar lebih giat dan lebih aktif dalam belajarnya. Dengan demikian barang siapa yang belajar berdasar pada motivasi yang kuat maka tidak akan mudah lelah dan cepat bosan. Oleh karena itu perlulah guru memelihara motivasi pelajar seperti kebutuhan, keinginan dan cara-cara pengajaran yang baik agar dapat menjamin sikap positif pelajar dan kecintaannya terhadap pelajaran.

Belajar kelompok yang dimaksudkan haruslah benar-benar mendapatkan kontrol dan pembinaan yang kontinyu dari guru-guru sebab tanpa adanya pembinaan dan kontrol dari guru, motifasi siswa untuk belajar menjadi lemah bahkan akan berakibat negatif.

Salah satu usaha untuk membangkitkan motivasi siswa yaitu memberikan suatu, yang sesuai dengan kebutuhan siswa, sehingga siswa ingin mencapai tujuan tersebut. Oleh karenanya guru perlu menjelaskan tujuan belajar kelompok pada setiap kontrol yang dilaksanakannya, sebab belajar kelompok yang dibentuk tanpa diikuti oleh kontrol dan pembinaan yang kontinyu dari guru, siswa akan merasa mendapatkan tambahan pekerjaan yang memberatkan dirinya, terlebih lagi bagi siswa yang belum menyadari pentingnya belajar kelompok, sebaliknya belajar yang benar-benar mendapatkan pembinaan yang kontinyu dari guru, secara psikologis akan membuat siswa mempunyai perasaan lebih aman, sebab siswa merasa mendapatkan perlindungan dari gam sehingga siswa akan terdorong untuk lebih giat lagi.

Adanya prestasi belajar yang baik dalam belajar akan merupakan dorongan yang positif bagi siswa sehingga gairah dan minat belajar akan semakin kuat, karena tanpa adanya dorongan atau situasi yang dap at membangkitkan minat belajar anak, maka jangan diharap si anak berprestasi seperti yang diharapkan.

Berkaitan dengan proses belajar mengajar, hal tersebut berarti bahwa siswa akan lebih baik dan lebih giat belajarnya, apabila usaha tersebut berhasil baik dan sebaliknya mereka tidak akan berminat belajar bila usahanya tidak berhasil dengan baik.

Prestasi belajar yang baik tidak hanya berpengaruh terhadap gairah belajar saja, akan tetapi memberikan pengalaman yang membangkitkan bermacam-macam sifat, sikap dan kesanggupan yang konstruktif, selain itu juga akan berpengaruh terhadap perkembangan pribadi siswa, ia akan berfikir secara kritis dan kreatif, ia akan belajar bekerja sama dalam memecahkan masalah-masalah dan ia akan belajar mengenal kesanggupan yang ada pada dirinya sendiri.

Usaha yang dilakukan guru dalam mencapai prestasi belajar anak yang baik adalah dengan cara membentuk belajar kelompok yang diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan, sebab dalam sistem belajar kelompok terdapat interaksi atau hubungan yang sangat erat antara siswa yang satu dengan siswa yang lain. Sikap saling membantu dapat memudahkan siswa didalam manghadapi kesulitan khususnya yang berkaitan dengan kesulitan belajar. Sikap saling membantu dan menolong di dalam kebaikan ini sejalan dengan ajaran Islam, sebagaimana firman Allah : 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya (QS. Al Maidah : 2)

Dengan demikan usaha dengan melalui belajar kelompok dimungkinkan dapat terbentuknya siswa yang cerdas dan berprestasi, sebagaimana yang diharapkan oleh pemerintah dalam urusan tujuan pendidikan nasional yang tercantum dalam Undang-undang RI No. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS pasal 3 yang berbunyi : 

"Penidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab"

Related Post



Posted by: Admin Indeks Prestasi Updated at: 13:29:00

Post a Comment