Cari Kategori

DATA PESERTA UN TAHUN PELAJARAN 2014/2015 DIAMBIL DARI DAPODIK, INPUT RAPOR SISWA DALAM DAPODIK DITERAPKAN PADA SEMESTER II

Jakarta (Dikdas): Pada penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2014-2015 mendatang, data siswa peserta UN akan diambil dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Pusat Penilaian Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, selaku otoritas yang berwenang mengeluarkan nama peserta UN, akan memanfaatkan Dapodik bekerja sama dengan Pusat Data dan Statistik Pendidikan. Dengan demikian, Puspendik tidak lagi melakukan penjaringan data peserta UN dari daerah.


“Dengan menggunakan database Dapodik untuk penyelenggaraan UN, tidak perlu dilakukan penjaringan data karena tinggal verifikasi,” kata Supriyatno, M.A., Kepala Sub Bagian Data dan Informasi, Bagian Perencanaan dan Penganggaran, Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, di ruang kerjanya, Jumat siang, 18 Juli 2014.

Data yang diambil dari Dapodik merupakan data awal. Data tersebut kemudian divalidasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Dinas Pendidikan Provinsi. Validasi diperlukan lantaran data siswa kelas IX, yang diambil dari data siswa kelas VIII, bisa berubah misalnya karena siswa keluar atau pindah sekolah.

Pemanfaatan Dapodik untuk pelaksanaan UN, tambah Supriyatno, akan meningkatkan kualitas data. Pemasukan data siswa oleh operator sekolah ke aplikasi Dapodik tidak lagi main-main. “Karena datanya akan dipakai di ijazah. Mereka pasti akan aware terhadap kebenaran data,” jelasnya.

Selain itu, pemanfaatan Dapodik berpengaruh terhadap efisiensi anggaran. Sebab, penjaringan data, yang tentunya memerlukan dana yang tidak sedikit, tak perlu lagi dilakukan. Data Dapodik menjadi single data setelah integrasi Dapodik dan UN.

Dapodik juga akan dimanfaatkan sebagai data primer dalam rapor siswa. Hal ini dimungkinkan lantaran pembaruan Dapodik dan penerbitan rapor siswa sama-sama dilakukan per semester. Rapor siswa yang menggunakan Dapodik sendiri mulai diterapkan pada semester II.* (Billy Antoro)

Posted by: Admin Indeks Prestasi Updated at: 23:19:00

TIDAK BOLEH ADA KEKERASAN DALAM MOS / MASA ORIENTASI SISWA

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menegaskan, tidak boleh ada unsur kekerasan dalam pelaksanaan Masa Orientasi Siswa (MOS). Hal tersebut disampaikannya saat mengunjungi SMP Negeri 1 Jayapura, Selasa (15/07/2013).

"Untuk kakak kelas yang duduk di kelas 8 dan 9, tolong sentuh adik-adik yang baru masuk sekolah dengan sentuhan-sentuhan kasih sayang," ujar Mendikbud.


Dalam pelaksanaan MOS, Mendikbud juga mengingatkan agar jangan sampai terjadi kasus kekerasan. “Tidak dibenarkan kekerasan menimpa siswa baru, tetapi terima siswa baru dengan sifat penuh kasih sayang,” tuturnya.

Kemudian dalam pelaksanaan MOS, kata Mendikbud, lebih baik lagi jika diberikan informasi cara belajar yang baik di SMP bagi peserta didik baru. "Adik-adik siswa baru dalam menjalankan MOS alangkah baiknya diberikan informasi cara belajar yang baik, karena mereka baru saja lulus dari SD, dan mereka perlu tau cara belajar yang baik di SMP," ujarnya.  (Seno Hartono) – Sumber artikel : Kemdikbud RI

Posted by: Admin Indeks Prestasi Updated at: 10:30:00

CARA MEMPERBAIKI NAMA, TANGGAL, BULAN, DAN TAHUN LAHIR YANG SALAH PADA DATA NISN PESERTA DIDIK TAHUN PELAJARAN 2014 - 2015

Alhamdulillaah... Setelah pada artikel sebelumnya telah saya share bagaiman cara edit data perbaikan NISN peserta didik TP. 2014/2015, berikut saya share perbaikan / edit data pada nama, tanggal, bulan, dan tahun lahir yang salah pada data NISN peserta didik tahun pelajaran 2014 – 2015 yang mana mekanisme perbaikan NISN ini dilakukan oleh operator sekolah / operator Dapodikdas melalui halaman VerVal NISN 2014.

Berikut langkah-langkah perbaikan nama, tanggal, bulan, dan tahun lahir yang salah dari peserta didik yang telah memiliki NISN :

1. Login pada laman VerVal Peserta Didik menggunakan username serta password yang sama persis dengan yang digunakan untuk login pada aplikasi Dapodikdas 2013 yang sudah berhasil kirim data / sinkronisasi terakhir.

2.   Pilih menu “Pengajuan”, lalu pilih tombol “Nama & Tanggal Iahir”.

3. Selanjutnya, klik tombol “Pilih Siswa” yang akan diubah Nama dan atau Tanggal Iahirnya tersebut.

4.   Masukkan Nama dan Tanggal Iahir baru dari siswa itu dengan benar.
5.   Tekan tombol “Select” - lampirkan dokumen pendukung (Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, ljazah terakhir) dengan format gambar jpg atau png. Lalu klik pada pada tombol “Pengajuan Perubahan”.


6.  Tunggu konfirmasi persetujuan permohonan perubahan maksimal 2 x 24 jam.

7. Klik pada “Status” permohonan perubahan untuk mengetahui informasi persetujuan dari PDSP.

8.  Permohonan Perubahan Nama dan Tanggal Iahir siswa yang disetujui, dapat dilihat melalui menu “Referensi”.

Untuk permohonan yang tidak di setujui, maka Nama dan Tanggal Iahir siswa tersebut tetap menggunakan Nama dan Tanggal Iahir yang ada sebelumnya. Semoga bermanfaat dan terimakasih...

Posted by: Admin Indeks Prestasi Updated at: 22:44:00

CARA MEMPERBAIKI NISN YANG SALAH TAHUN PELAJARAN 2014 - 2015

Sahabat edukasi di manapun berada... Perlu diketahui bersama bahwasannya mulai tahun pelajaran 2014/2015, mekanisme perbaikan NISN dapat dilakukan melalui operator sekolah / operator Dapodikdas melalui halaman VerVal NISN 2014. Dan untuk edit / perbaikan data pada nama, tanggal, bulan, dan tahun lahir yang salah pada data NISN peserta didik tahun pelajaran 2014 – 2015, silahkan klik pada links artikel berikut.

Berikut langkah-langkah perbaikan NISN yang salah :

1.  Login pada laman VerVal Peserta Didik menggunakan username serta password yang sama persis dengan yang digunakan untuk login pada aplikasi Dapodikdas 2013 yang sudah berhasil kirim data / sinkronisasi terakhir.

2.   Pilih menu “Edit Data”, lalu klik pada tombol "Pengajuan", dan pilih "NISN".

3.   Pilih siswa yang akan diperbaiki / diubah NISN-nya.

4.   Masukkan NISN baru dari siswa tersebut, NISN yang diajukan tidak dapat sama dengan yang lama.

5.   Tekan tombol cek NISN (ini untuk memastikan bahwa NISN baru tersebut bukan milik siswa lain).

6. Jika NISN bukan milik siswa lain, lanjutkan dengan menekan tombol “Select” untuk upload file / melampirkan dokumen pendukung (Kartu NISN, Daftar Laporan Program BOS, BSM, SKHUN, SKHUS). Setelah itu klik tombol “Pengajuan Perubahan”.


7.   Tunggu konfirmasi persetujuan permohonan perubahan maksimal 2 x 24 jam.

8.   Tekan “Status” untuk mengetahui informasi persetujuan perbaikan NISN baru dari PDSP.

9.   Permohonan Perubahan NISN siswa yang disetujui, dapat dilihat melalui menu “Referensi”.

Untuk permohonan / pengajuan perbaikan NISN yang tidak di setujui PDSP, maka NISN siswa tersebut tetap menggunakan NISN yang ada

Demikian cara perbaikan NISN dari peserta didik di tahun pelajaran 2014/2015 ini. Semoga bermanfaat dan terimakasih...

Posted by: Admin Indeks Prestasi Updated at: 22:23:00

JUKNIS MASA ORIENTASI SISWA (MOS / MOPDB) SD, SMP, SMA / SMK TAHUN PELAJARAN 2014 – 2015

Alhamdulillah... dalam kesempatan kali ini saya akan share contoh Petunjuk Teknis MOS (Masa Orientasi Siswa) atau MOPDB (Masa Orientasi Peserta Didik Baru) SD, SMP, SMA / SMK Tahun Pelajaran 2014/2015 dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas. Semoga dapat menjadi referensi bagi kita semua demi kelancaran serta efektifitas yang optimal dari kegiatan MOS / MOPDB (Masa Orientasi Peserta Didik Baru) di sekolah kita masing-masing. Amiin...

Masa Orientasi Siswa diperuntukan bagi peserta didik baru SD, SMP, SMA, SMK dengan mengikut sertakan siswa yang lain, Kepala Sekolah, dan Guru, serta Staf Karyawan sekolah.

Setiap jenjang memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan jenjang pendidikan sebelumnya, kekhususan ini merupakan hal yang wajar dan memang harus dilalui. Hal tersebut dikarenakan adanya perbedaan cara-cara penyampaian bahan pembelajaran dan materi pendidikan yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan pertumbuhan fisik dan mental psikologis peserta didik.

Adanya ciri khusus pada setiap jenjang pendidikan menyebabkan beberapa kebiasaan belajar yang dikembangkan di jenjang sebelumnya perlu disempurnakan dan diubah dengan cara belajar yang baru yaitu pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan sesuai perkembangan fisik dan mental psikologis peserta didik.

Berkenan hal tersebut, maka penyelenggaraan MOS perlu dilaksanakan dalam rangka memberikan pengenalan mengenai lingkungan sekolah yang menjadi pilihannya untuk menuntut ilmu, sekaligus sebagai upaya mengenalkan peserta didik baru dengan lingkungan barunya.

Dasar hukum diadakannya MOS diantaranya : Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2009 tentang Standar pengelolaan Pendidikan, Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan, dan Surat Edaran Dirjen Dikdasmen Nomor 220/C/MN/2008 tanggal 18 Januari 2008 tentang kegiatan MOS

Tujuan diadakannya MOS :

1.   Membentuk karakter peserta didik dalam rangka mempertebal semangat nasionalisme;

2.  Memberikan kesan kepada peserta didik tentang kesan positif dan menyenangkan terhadap lingkungan pendidikan barunya;

3.   Membantu peserta didik baru untuk mengenal lebih dekat dengan lingkungan pendidik di SD, SMP, SMA dan SMK sehingga tercipta iklim akademik yang kondusif;

4.   Memahami kehidupan sekolah yang baru, terutama bagi peserta didik baru dalam upaya pengenalan dan pelaksanaan Wawasan Wiyata Mandala;

5.   Memotivasi peserta didik baru agar tumbuh dan memiliki kepercayaan diri sehingga mempunyai keberanian mengungkapkan pendapat serta aktif dalam kegiatan yang positif dan kontruktif;

6.   Menanamkan rasa bangga peserta didik baru terhadap almamaternya, sehingga akan timbul rasa memiliki, dan mampu berinteraksi dengan berbagai unsur dan  komponen sekolah yang pada akhirnya akan berimbas pula terhadap pemahaman untuk melaksanakan semua aturan dan norma yang diterapkan di sekolah dengan baik.

Prinsip-prinsip Penyelenggaraan MOS :

Penanggung jawab MOS adalah Kepala Sekolah dengan Penanggung jawab teknis/lapangan :

-  SD adalah Guru Penjasorkes atau Guru yang ditugasi oleh Kepala Sekolah,

-    SMP adalah Wakil Kepala Sekolah atau Kepala Urusan Kesiswaan,

-    SMA, SMK adalah Waka Kesiswaan

Hari-hari pertama masuk sekolah selama 3 (tiga) hari diisi dengan kegiatan MOS bagi peserta didik SMP, SMA, SMK sedangkan bagi peserta didik baru SD diisi kegiatan pengenalan lingkungan dalam bentuk kegiatan yang bersifat edukatif dan konstruktif serta tidak diperbolehkan mengarah pada kegiatan destruktif dan atau kegiatan yang dapat merugikan peserta didik baik secara fisik maupun psikologis.

Kegiatan MOS harus dilandasi prinsip mudah, murah, menyenangkan, massal, meriah, dan mencerdaskan.

Penyampaian materi dalam MOS seminimal mungkin menggunakan metode ceramah, dan tidak diperbolehkan melakukan perpelocoan dalam bentuk apapun.

Tema MOS :

“PENGUATAN KURIKULUM 2013 UNTUK MEMBANGUN PENDIDIKAN KARAKTER GUNA MENYIAPKAN GENERASI UNGGUL”

Materi MOS (Masa Orientasi Siswa) :

1.  Materi Wajib :






f.    Kepramukaan.

g.   Pembinaan Mental Keagamaan.

h.  Untuk SD, hari pertama masuk diisi pengenalan lingkungan sekolah, cara belajar, dan penanaman pembentukan karakter dalam rangka mempertebal semangat nasionalisme, salah satunya dalam bentuk menghafal lagu-lagu wajib/perjuangan.

2.  Materi Pilihan :


b.   Sosialisasi Dampak Merokok;

c.   Sosialisasi Dampak Narkoba, HIV dan AID’S;



f.    Lomba Kreatifitas Bidang Seni;

g.   Lomba Kreatifitas Bidang Olahraga;

h.   Leadership(Kepemimpinan);

i.    Perkenalan dengan kakak kelas/guru/karyawan;

j.    Kegiatan sosial / mengunjungi ke panti asuhan / panti jompo / panti rehabilitasi sosial, dan bakti sosial;

k.   Pengenalan Kegiatan Ekstrakurikuler;

l.    Lain-lain (sesuai dengan kondisi sekolah).

Selama kegiatan MOS berlangsung, Kepala Sekolah dibantu Kepala Urusan Kesiswaan (SMP), Waka Kesiswaan (SMA/SMK), atau Guru yang ditunjuk Kepala Sekolah (SD), harus memantau, mengendalikan, dan bertanggung jawab terhadap kegiatan tersebut didasarkan pada prinsip-prinsip penyelenggara MOS.

Download contoh Juknis MOS bagi jenjang SD, SMP, SMA/SMK Tahun Pelajaran 2014/2015 langsung dari sumbernya dengan klik di sini. Semoga bermanfaat dan terimakasih...

Posted by: Admin Indeks Prestasi Updated at: 04:36:00

DINAMIKA KELOMPOK – MATERI MOS / MOPD BARU

Dinamika kelompok adalah suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologis secara jelas antara anggota satu dengan yang lain dan berlangsung dalam situasi yang dialami.

Dinamika kelompok berasal dari kata dinamika dan kelompok. Dinamika berati interaksi atau interdependensi antara kelompok satu dengan yang lain, sedangkan Kelompok adalah kumpulan individu yang saling berinteraksi dan mempunyai tujuan bersama.


Fungsi dari dinamika kelompok itu antara lain:

1.   Membentuk kerjasama saling menguntungkan dalam mengatasi suatu permasalahan.

2.   Memudahkan pekerjaan.

3.   Mengatasi pekerjaan yang membutuhkan pemecahan masalah dan mengurangi beban pekerjaan yang terlalu besar sehingga seleseai lebih cepat, efektif dan efisien. Salah satunya dengan membagi pekerjaan besar sesuai bagian kelompoknya masing-masing atau sesuai keahlian.

4.   Menciptakan iklim demokratis yang memungkinkan setiap individu dapat memberikan masukan, berinteraksi, dan memiliki peran yang sama dalam masyarakat.

Untuk melihat contoh-contoh Permainan (Game) Seru dan Simulasi Dinamika Kelompok Untuk Materi MOS / MOPD Baru silahkan klik di sini...Semoga bermanfaat dan terimakasih...

Referensi artikel : Wikipedia

Materi MOS (Masa Orientasi Siswa) :

1.  Materi Wajib :






f.    Kepramukaan.

g.   Pembinaan Mental Keagamaan.

h.  Untuk SD, hari pertama masuk diisi pengenalan lingkungan sekolah, cara belajar, dan penanaman pembentukan karakter dalam rangka mempertebal semangat nasionalisme, salah satunya dalam bentuk menghafal lagu-lagu wajib/perjuangan.

2.  Materi Pilihan :


b.   Sosialisasi Dampak Merokok;

c.   Sosialisasi Dampak Narkoba, HIV dan AID’S;



f.    Lomba Kreatifitas Bidang Seni;

g.   Lomba Kreatifitas Bidang Olahraga;

h.   Leadership (Kepemimpinan);

i.    Perkenalan dengan kakak kelas/guru/karyawan;

j.    Kegiatan sosial / mengunjungi ke panti asuhan / panti jompo / panti rehabilitasi sosial, dan bakti sosial;

k.   Pengenalan Kegiatan Ekstrakurikuler;

l.    Lain-lain (sesuai dengan kondisi sekolah).

Posted by: Admin Indeks Prestasi Updated at: 02:48:00

CONTOH JENIS-JENIS PERMAINAN (GAME) DAN SIMULASI DINAMIKA KELOMPOK UNTUK MATERI MOS / MOPD BARU

a. Bakiak

Peralatan : Sendal dari kayu yang dihubungan satu dengan yang lainya menggunakan tali.

Cara Bermain :

Setiap individu dalam tim mengambil peran masing-masing dengan menempatkan dirinya pada sendal kayu yang tersedia secara berbaris. Dalam permainan ini, tim melakukan pergerakan maju dengan menggunakan kaki secara serenta dan seirama dipandu pemimpin barisan yang paling depan. Bila kelompok dapat melakukannya dengan baik dan cepat, maka merekalah pemenangnya.


b. Rolling Cycle

Peralatan : Karpet panjang ukuran 12m x 1/2m (ukuran disesuaikan), kedua ujung dilekatkan sehingga membentuk lingkaran.


Cara Bermain :

Setiap individu dalam tim mengambil tempatnya masing-masing dalam karpet dan menengadahkan tangannya keatas. Pemimpin tim yang terdepan memberi komando untuk melakukan pergerakan secara serentak dan seirama untuk maju. Apa pun caranya, kreativitas tim sangat diharapkan untuk melakukan pergerakan cepat tanpa melakukan kesalahan. Kaki pemain tetap diatas karpet, bila keluar maka pemain dianggap gagal.

c. Ember Bambu

Peralatan :

a.   Bambu besar 2 buah
b.   Bambu kecil 10 buah (sesuaikan dengan jumlah anggota dalam tim)
c.   Ember dan air


Cara Bermain :

Tancapkan kedua bambu besar dengan jarak 5-10m (bisa disesuaikan). Letakan ember berisi air diatas salah satu bambu besar. Setiap individu dalam tim memegang bambu kecil yang disediakan sebagai alat permainan. Pemimpin tim mengkomandokan kepada timnya untuk memindahkan ember yang berada pada salah satu bambu ke bambu besar lainnya dengan menggunakan bambu kecil yang telah dimiliki oleh setiap individu dalam kelompok. Ember tidak boleh jatuh dan hanya boleh memindahkan ember dengan menggunakan bambu kecil tersebut.

d. Catok Ular

Peralatan :

a.   Bambu kecil 6 buah
b.   Sedotan 2 bungkus
c.   Tali 

Cara Bermain :

Ikat 2 bambu kecil dengan tali secara menyilang dan lakukan pada 2 bambu kecil lainnya. Tancapkan bambu tersebut pada tanah sebagai penyangga. Letakkan 1 buah bambu kecil diatas bambu penyangga dan 1 bambu lagi untuk penggantinya bila permainan usai. Taburkan sedotan dibawa bambu sebagai ularnya. Permainannya, setiap tim bekerja sama dalam waktu singkat harus mampu melingkarkan sedotan pada bambu diatasnya sebanyak mungkin. Cara melingkarkannya dengan menyatukan/menyambungkan kedua ujung sedotan.

e. Bola Gayung

Perlatan : Bola 2 buah dan gayung 2 buah

Cara Bermain :
Jumlah individu  dalam tim harus sama, misalnya : Tim I : 7 orang dan Tim II : 7 orang. Jarak individu dalam tim harus 1 rentangan tangan. Letakan bola dalam gayung di depan pemain paling depan.

Saat komando mulai, maka pemain di depan mengambil bola dan mengestafet gayung ke pemain dibelakangnya. Pemain di depan yang memegang bola mengoper bola ke pemain belakang dengan melempar dan pemain belakang menangkap bola dengan gayung (bola tidak boleh jatuh). Saat bola sudah di tangan, maka pemain yang sudah mendapat gayung harus melakukan hal yang sama dengan pemain di depan sebelumnya.

Aturannya, saat mengestafet gayung dan melempar bola, dilarang untuk melihat ke belakang dan pandangan harus kedepan. Setelah bola dan gayung berada pada pemain paling akhir, maka pemain paling akhir harus berlari dengan jigjag melewati seluruh pemain di depannya dengan cepat ke barisan paling depan.

f. Rantai Nama

Permainan ini dimaksudkan bagi kelompok yang belum saling kenal nama masing-masing, agar lebih akrab, serta memberi pengalaman tampil di depan forum.

Langkah-langkah :

1.   Peserta besama pemandu berdiri di dalam lingkaran
2.   Pemandu menjelaskan aturan permainan sebagai berikut :
3.   Salah seorang menyebutkan namanya dengan suara keras agar terdengar oleh setiap peserta, kemudian peserta yang berdiri di sebelahnya (kiri atau kanan) menyebutkan nama peserta pertama tadi ditambah dengan namanya sendiri. Peserta ketiga menyebutkan nama peserta pertama dan kedua ditambah dengan namanya sendiri, begitu seterusnya sampai selesai.
4.   Proses ini diulangi lagi dengan arah berlawanan, dimulai dari peserta yang terakhir menyebutkan rantai nama tersebut.

Variasi :

Buat lingkaran, setiap peserta secara bergiliran menyebutkan nama panggilan, umur, tempat asal, pekerjaan, lalu peserta yang lain menirukan, begitu seterusnya sampai selesai satu putaran.

Putaran kedua, semua peserta mengulangi lagi secara bersama-sama data pribadi tersebut, dengan urutan seperti semula.

g. Pecah Balon

Bila peserta terlalu banyak menguras pikiran atau berdebat tanpa penyelesaian yang memuaskan pada kegiatan sebelumya, hal ini akan sangat mempengaruhi konsentrasi mereka untuk mengikuti kegiatan berikutnya. Tujuan : Memberikan kesegaran kepada peserta dengan melampiaskan emosinya.

Langkah-langkah :

1.   Bagikan kepada setiap peserta sebuah balon dan seutas tali raffia (kira-kira sepanjang 2 jengkal).
2.   Mintalah mereka meniup balon masing-masing.
3.   Mintalah mereka mengikatkan balon tersebut di kaki kirinya.
4.   Mintalah seluruh peserta berdiri di tengah ruang belajar.
5.   Jelaskan kepada peserta bahwa tujuan kegiatan ini adalah memecahkan balon orang lain sebanyak mungkin dengan cara menginjak balon-balon tersebut.
6.   Beri aba-aba untuk mulai.
7.   Bahas bersama peserta apa saja yang mereka rasakan, lihat dan dengar selama kegiatan tadi. Kenapa begitu ? Apa kesimpulan yang dapat ditarik?
8.   Sekarang topic yang direncanakan sudah bisa dimulai.

Bahan-bahan :
Balon dan tali raffia sebanyak jumlah peserta.


h. Menggambar Rumah

Latihan ini bisa digunakan untuk mendiskusikan kerjasama dan pengawasan di dalam kelompok. Kadang kita mengira bekerjasama dengan orang lain, padahal dalam kenyataan kita hanya mengawasi seluruh proses, tanpa kita sadari.

Langkah – langkah :

1.   Mintalah peserta untuk berpasangan
2.   Peganglah bolpoin / pensil bersama – sama sedemikian rupa sehingga keduanya bisa menulis dan menggambar.
3.   Di atas kertas yang dibagikan, keduanya menggambar secara bersama – sama dan menuliskan judulnya
4.   Selama menggambar dan menulis dilarang berbicara

Bahan diskusi

a.   Bagaiman perasaan dan reaksi anda selama menggambar tadi ?
b.   Factor apa yang membantu dan menghambat anda selama menggambar tadi ?

Kemudian, mintalah peserta membentuk kelompok 4 (dua pasangan bergabung) untuk mendiskusikan apakah ada hubungan antara pengalaman tadi dengan kenyataan sehari-hari dan masalah kerjasama. Waktunya cukup 15 menit saja, lalu setiap kelompok kecil mempresentasikannya di hadapan kelompok besar.

i. Bermain Tali

Dalam segala hal, selalu akan kita hadapi berbagai masalah, dan kita tidak akan dapat terhindar dari masalah itu. Melalui kegiatan ini kita akan dihadapkan dengan suatu masalah dan bagaimana kita dapat keluar dari masalah itu.

Bahan : Tali raffia

Langkah – langkah :

1.   Potong tali raffia dengan ukuran 1,5 m dan bagikan kepada setiap peserta
2.   Minta mereka berpasangan – pasangan, lalu masing – masing ujung tali yang satu diikatkan ke tangan sebelah kiri. Sebelum mengikat tali yang satu lagi ke tangan kanan, silangkan tali tersebut ke tali pasangannya, kemudian ikatlah ke tangan masing – masing, ingat, sebaiknya iaktan tidak terlalu kencang
3.   Setelah itu minta mereka untuk dapat melepaskan diri dari ikatan tadi tanpa melepaskan ikatan tali
4.   Jika ada pasangan yang berhasil melepaskan diri dari ikatan tersebut, mintalah mereka menunjukkan bagaimana cara mereka untuk melepaskan diri kepada teman – teman yang lain

Tanyakan kepada mereka apa hikmah dari permainan tersebut

j. Bercermin

Latihan yang menyenangkan ini digunakan untuk mendiskusikan perasaan dan sikap dalam menuntun dan mengikuti orang lain. Acara sore yang baik.

Langkah-langkah :

1.   Setiap peserta memilih pasangannya dan berdiri berhadapan dengan tangan ke atas dalam jarak kira-kira sejengkal. Mereka menirukan gerak pasangannya, layaknya sebuah cermin, demikian bergantian sesuai dengan keinginan mereka.
2.   Untuk putaran kedua, pasangan meneruskan bercermin, tapi kali ini kedua tangannya bersentuhan dengan lembut.
3.   Pada putaran ketiga, mintalah mereka merapatkan tangan dengan kuat, dan melanjutkan menuntun mengikuti bergantian.

Bahan diskusi :

1.   Apa bedanya antara ketiga pengalaman tadi ?
2.   Bagaimana perasaan anda pada setiap latihan menuntun dan mengikuti tadi ?
3.   Adakah persamaan yang anda temukan dalam hal menuntun dan mengikuti dengan kenyataan sehari-hari?

k. Menggambar Wajah

Tujuan :

a.   Membantu peserta untuk memandang langsung ke dalam mata pasangannya, saling mengenal cirri-ciri wajahnya, dengan harapan hal ini bisa membantu peserta untuk saling terbuka dan tidak lagi kikuk dengan yang lainnya.
b.   Melatih peserta satu cara sederhana tentang menggambar dan menghilangkan perasaan peserta bahwa mereka tidak mampu menggambar.

Langkah-langkah :

a.   Dengan sehelai kertas setiap pasangan saling berhadapan dan mulai menggambar wajah pasangannya. Bisa mulai dari mana saja tetapi tidak boleh melihat kertas sama sekali.
b.   Gerakkan tangan mengikuti arah gerak pandangannya yang menelusuri garis wajah pasangannya.
c.   Setelah selesai menggambar, masing-masing pasangan bergantian mewawancarai pasangannya, mengenai nama, tempat tinggal, pekerjaan, umur, keluarga dan sebagainya. Waktunya cukup 5 menit saja untuk setiap peserta.
d.   Kemudian setiap pasangan tampil di depan kelompok memperkenalkan pasangannya dengan cara menunjukkan gambar pasangannya sambil menyebutkan :”Nama saya…(nama pasangannya), tempat tinggal….dan seterusnya.

l. Baut Barisan

Tujuan : Agar seluruh peserta bisa berkenalan lebih jauh, fisik maupun sifat-sifat mereka, sekaligus melatih mereka bekerjasama dalam kelompok.

Langkah-langkah :

1.   Peserta di bagi dalam 2 kelompok yang sama banyak (bila jumlah peserta ganjil, seorang pemandu bisa masuk ke dalam salah 1 kelompok).
2.   Pemandu menjelaskan aturan permainan sebagai berikut :
a.   Kedua kelompok akan berlomba menyusun barisan. Barisan disusun berdasarkan aba-aba pemandu :tinggi badan, panjang rambut, usia dst.
b.   Pemandu akan menghitung sampai 10, kemudian kedua kelompok, selesai atau belum, harus jongkok.
c.   Setiap kelompok secara bergantian memeriksa apakah kelompok lawan telah melaksanakan tugasnya dengan benar.
d.   Kelompok yang menang adalah kelompok yang melaksanakan tugasnya dengan benar dan cepat ( bila kelompok dapat meyelesaikan tugasnya sebelum hitungan ke 10 mereka boleh langsung jongkok untuk menunjukkan bahwa mereka telah selesai melakukan tugas).

3.   Sebelum pertandingan di mulai bisa dicoba terlebih dahulu untuk memastikan apakah aturan mainnya sudah dipahami dengan benar.

m. Menggambar Bersama

Sebuah kelompok baru dapat berfungsi sebagaimana mestinya apabila terjadi komunikasi antar orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Tujuan : Peserta menyadari arti pentingnya komunikasi dalam suatu kelompok.

Langkah-langkah :
1.   Peserta dibagi dalam kelompok kecil (5 orang) dan setiap anggota kelompok memiliki nomor urut sendiri-sendiri dari nomor 1 sampai 5.
2.   Tiap kelompok mendapat selembar kertas plano dan sebuah spidol untuk menggambar.
3.   Secara berurutan setiap menit, setiap orang dalam kelompok masing-masing diminta menggambar pada kertas plano yang ada, dengan syarat : tidak boleh bertanya atau bicara satu sama lain, setiap orang menggambar apa yang dimaui dan dipikirkan sendiri, kemudian dilanjutkan oleh yang lain pada kertas yang sama menurut apa yang dimaui dan dipikirkan sendiri pula, dan seterusnya sampai seluruh anggota kelompok memperoleh bagian waktunya masing-masing untuk menggambar.

Bahan Diskusi :

a.   Berapa kelompok yang mampu menghasilkan gambar yang utuh dan jelas?
b.   Apa kesan dan perasaan setiap orang terhadap hasil gambar kelompoknya?
c.   Bagaimana seharusnya proses yang ditempuh agar hasil kerja bersama itu memuaskan semua orang dalam kelompok yang bersangkutan ?

n. Mutiara Dalam Guci

Tujuan : Merangsang kreativitas dan keberanian peserta untuk berpendapat.

Langkah-langkah :

a.   Gambarlah sebuah guci dengan berisi berbagai benda di dalamnya, di papan tulis (atau di tempat yang bisa dilihat oleh sluruh peserta).
b.   Katakan kepada peserta bahwa itu adalah gambar sebuah guci yang berisi penuh dengan bermacam kerilik, pecahan beling, dan batu-batu yang tidak berguna. Di bagian dasar ada mutiara yang sangat mahal harganya.
c.   Tanyakan kepada peserta, bagaimana caranya mengeluarkan mutiara itu dalam waktu yang singkat dan gampang.
d.   Diskusikan apa hikmah yang bisa dipetik dari permainan ini.

o. Lingkaran Berbelit

Tujuan : Menyadarkan peserta tentang pentingnya rasa 1 tim untuk memudahkan proses belajar dan bekerja dalam kelompok.

Langkah-langkah :

1. Peserta berdiri dalam lingkaran, lalu menjulurkan kedua tangannya ke depan. Kemudian memegang tangan 2 peserta lainnya (missal : tangan kiri memegang tangan si A, tangan kanan memegang tangan si B) sampai membentuk suatu belitan besar.
2. Semua kerjasama untuk coba membentuk kembali lingkaran sempurna tanpa melepaskan tangan yang dipegang dan tanpa berbicara.

p. Bowling Botol

Peralatan : botol bekas, bola tending

Cara permainan :

1.   Bagi menjadi 2 team
2.   Susun botol sesuka anda sehingga sulit untuk dijatuhkan dalam 1 kali tendangan bola
3.   Tendang bola dari jarak tertentu

Pemenang adalah pengumpul point terbanyak.

q. Lomba Balap Plastic

Peralatan : plastic trashbag

Cara permainan :

1.   Bagi menjadi 2 team
2.   Plastic dibuat membentang menjadi panjang
3.   Kasih tiap team 2 plastic
4.   Buat lintasan race dan beberapa rintangan di lintasan tersebut.
5.   Anggota team tidak boleh keluar dari plastic. Anggap itu seperti perahu.
6.   Team yang duluan sampai garis finish terakhir itu yang menang

r. Mencari Harta Karun

Peralatan : tali raffia, slayer penutup mata, lidi

Cara bermain :

1.   Bagi team menjadi 2. Pilih 1 orang sebagai pencari harta. Sisanya sebagai pengarah.
2.   Tutup mata sang pencari harta.
3.   Lawan boleh mengecoh sang pecari harta.
4.   Tentukan harta yang dicari. Misalnya bendera. Letakkan bendera bersebrangan/ cukup jauh dari start.
5.   Buat lintasan dari tali raffia. Kemudian, letakkan lidi yang banyak sebagai penghalang. Gunakan tali juga sebagai penghalang. Jika sang pencari harta mengenai lidi/tali. Maka sang pencari harta mati dan harus mengulangi dari awal diganti oleh pemain lain.

Peserta yang menang adalah yang mampu menyelesaikan dan menemukan harta karun tersebut.

s. Variasi Komunikasi Kelompok

Peralatan : telinga dan mulut, bisa ditambahkan dengan variasi gambar.

Cara bermain :

1.   bagi team menjadi 2 atau lebih
2.   ambil satu pemimpin atau utusan dari setiap team
3.   team membuat barisan. satu dengan yang lain menghadap satu arah. pemberi pesan menepuk pundak, jika sudah menyampaikan pesan, segera berbalik kembali.
4.   utusan tersebut harus menyampaikan pesan yang diinginkan oleh pemberi pesan. pesan dapat divariasikan mulai dari :
a.   menyampaikan 1 kata/kalimat dari ujung pertama hingga ujung lainnya
b.   menyampaikan 1 gambar, sehingga semua harus menggambar dan menebak gambar apa di akhir ujung barisan
c.   memeragakan 1 kata/kalimat, sehingga semua harus bergerak untuk memeragakan kalimat.
d.   menyampaikan 1 suku kata secara terpisah dari setiap kelompok. nanti semua team harus menggabungkan kata yang didapat dari si pemberi pesan semua kelompok.

t. Build Up Your Own Product

Peralatan : telur, sedotan, semua hal bisa dimasukkan, tergantung mau bikin apa :)

Cara bermain :

1.   bagi team menjadi beberapa bagian
2.   serahkan bahan yang dipunya. bahan tidak harus beli, dapat menggunakan sampah daur ulang yang masih bisa digunakan.
3.   berikan sebuah misi. berikut ini alternatif misi yang dapat diberikan. seru banget loo..
a.   menjatuhkan telur dari ketinggian dan telur tidak boleh pecah bagaimanapun caranya
b.   membuat menara tertinggi dan terkokoh dari terpaan angin dan cuaca
c.   membuat pesawat yang bisa terbang setinggi dan sejauh mungkin dan mengenai sasaran
d.   peragaan busana dari bahan yang tersedia dengan tema tertentu, misal : pahlawan, atau green, dsb.

Pemenang adalah yang mampu menyelesaikan misi dengan baik

u. Trading :D

Peralatan : kertas, penggaris, gunting, dan pensil

Cara bermain :

1.   bagi peserta menjadi beberapa kelompok
2.   penyelenggara berfungsi sebagai regulatory (berhak menentukan item dan harga yang dapat berubah setiap saat, berhak menentukan nilai tukar mata uang, dapat menentukan suku bunga dan inflasi, serta dapat menentukan cuaca dan jangka waktu)
3.   peserta diberikan modal uang dalam jumlah tertentu. barang berupa raw material (kertas) dan alat produksi (gunting, penggaris, cetakan, dsb) harus dibeli dengan uang yang diberikan. setiap kelompok berhak membeli apapun sesuai dengan yagn diinginkan, harga ditentukan oleh regulatory, jadi tidak ada monopoli harga.
4.   barang yang dijual ialah potongan kertas berbentuk sesuai yang diinginkan, bisa segitiga, atau bentuk lain. semakin sulit dibuat, semakin tinggi harganya.

Biarkan dinamika kelompok bermain. batasi waktu hingga 3 jam saja. banyak hal menarik akan terjadi. buat skenario misalnya harga suku bunga tinggi, jadi menyimpan uang di bank lebih tinggi hasilnya, atau misalnya buat hujan, dengan menyemprotkan air ke kertas peserta sehingga harga jatuh. dan skenario lainnya.

v. Variasi Memindahkan atau Menangkap Barang Bersama

Perlengkapan : bisa bola, karet gelang, sedotan, gambar, bendera, dll

Cara bermain :

1.   bagi peserta menjadi beberapa kelompok
2.   atur peserta sehingga dengan keterbatasan alat yang digunakan harus memindahkan barang yang ada sehingga sampai garis finish/lokasi yang diinginkan. berikut ini contohnya:
a.   pindahkan karet gelang dari satu korek api/ sedotan yang digigit di mulut ke yang lainnya
b.   siapkan tali rapia banyak, kemudian pindahkan bola plastik besar dari satu titik ke titik lainnya
c.   memindahkan obor/lilin dari satu titik ke titik lainnya untuk menyalakan obor. tim lainnya harus menyiram dengan air hingga team tersebut gagal.
d.   menangkap bendera di ketinggian, sehingga tiap team berusaha membuat menara dari manusia atau menggunakan alat yang ada untuk mengambil

Referensi artikel :

Posted by: Admin Indeks Prestasi Updated at: 02:41:00