Cari Kategori

IMPLIKASI SITUS JEJARING SOSIAL FACEBOOK TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA

IMPLIKASI SITUS JEJARING SOSIAL FACEBOOK TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA 


A. Latar Belakang Masalah
Dewasa ini dunia pendidikan dan pengajaran telah sejak lama tak pernah sepi dari pembaharuan-pembaharuan. Pembaharuan itu dapat berasal dari berbagai pihak. Dunia pendidikan dan persekolahan dapat juga mengadakan pembaharuan dengan mengambah dan mengurangi jam pelajaran disekolah, tenaga personal dapat ditambah atau dipertukarkan tugasnya atau aturan pekerjaannya diperbaharui bahkan jika mungkin alat-alat bisa ditambah, ruangan diperlengkapi ataupun bangunan ditambah. Ini adalah contoh pembaharuan struktur pendidik. Pembaharuan ini mencakup apa yang sekarang dinamakan tekhnologi komunikasi pendidikan dengan menggunakan produk dunia tehnik tinggi seperti komputer, satelit, video, radio, televisi, dan lain-lainnya sudah sering kita lihat dan alami terutama warga kota besar. Hampir disetiap negara lembaga penting dinegara ini telah memakai komputer. Kita berasumsi bahwa tekhnologi pendidikan, baik berbentuk soft-ware maupun hardware, sangat menentukan keberhasilan proses belajar mengajar dalam dunia pendidikan dewasa ini, Sedangkan untuk mempertegas perlunya siswa dilayani secara individual, disekolah dan di kelas telah ada pula gerakan individualisasi pengajaran.

Pembaharuan mengiringi perputaran zaman yang tak henti-hentinya, akan sangat berpengaruh kepada pelayanan anak dalam proses belajar-mengajar. Lembaga kependidikan tidak boleh terpesona oleh sarana yang ada, metode yang lama dan tehnik-tehnik yang lama, yang menekankan kepada metode hafalan dan sebagainya, sehingga kurang berarti bila diterapkan pada masa sekarang.

Dengan adanya pembaharuan pendidikan yang mulai berkembang tersebut, maka SMA X yang merupakan salah satu SMA swasta di kota X pun turut serta berevolusi untuk memberikan pelayanan pendidikan pada masyarakat. Padahal sebelum adanya pembaharuan pendidikan SMA X yang didirikan pada tanggal 21 Mei 1955 sesuai dengan SK Menteri pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor : 3905/B/II tersebut hanya membuka 2 kelas pada tahun pertamanya. Namun sekarang SMA X telah berkembang dan diakui oleh masyarakat sehingga membuka hingga 20 kelas. Selain itu SMA X telah merombah system pendidikan yakni telah berbasis ICT dimana pembelajarannya menggunakan sarana dan prasarana yang berbau tekhnologi dan komunikasi, misalnya LCD proyektor, Komputer dll. Teknologi komunikasi sendiri adalah salah satu aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia di era globalisasi ini. Kebutuhan akan informasi untuk segala keperluan hidup manusia saat ini sangatlah tinggi. Terutama di negara maju, informasi adalah hal yang sangat signifikan berpengaruh pada kehidupan masyarakatnya. Hampir tidak ada yang buta informasi, internet sudah menjadi konsumsi anak usia dini, bahl hampir disetiap rumah sudah memiliki komputer yang terkoneksi dengan internet, apalagi di era globalisasi seperti saat ini, dimana jarak dan batas pemisah antara Negara satu dengan negara lain semakin kabur dan tak terbatas, internet merupakan salah satu cara untuk berkomunikasi bagi orang di seluruh dunia. Jaringan Internet adalah jaringan komputer yang mampu menghubungkan komputer di seluruh dunia sehingga informasi, berbagai jenis dan dalam berbagai bentuk dapat dikomunikasikan antar 6 belahan dunia secara instan dan global.

Teknologi informasi telah membuka mata dunia akan sebuah dunia baru, interaksi baru, market place baru, dan sebuah jaringan bisnis dunia yang tanpa batas. Kemajuan teknologi di bidang informasi berupa pengembangan internet baik website maupun chating menjadikan dunia semakin mudah dijangkau. Namun, kemajuan teknologi informasi tersebut bisa berdampak positif maupun negatif tergantung pada pemanfaatannya. Dengan melihat peran yang begitu besar maka multimedia seharusnya bisa menjadi alat dakwah yang paling bermanfaat karena sifatnya yang mudah dalam menyampaikan informasi. Oleh sebab itu, sudah saatnya setiap muslim memanfaatkan teknologi tersebut untuk membangun strategi dakwah demi perkembangan islam.

Karena fungsi tersebut juga, sekolah SMA X memanfaatkan adanya koneksi internet untuk mempermudah berkomunikasi dengan para siswa, dengan menggunakan salah satu j enis situs jejaring sosial (facebook). Akan tetapi pada kenyataannya banyak juga siswa atau siswi yang memanfaatkan penggunaan situs jejaring sosial ini dengan tidak semestinya misalnya bukan untuk berkomunikasi dengan pihak sekolah atau membahas tentang dunia pendidikan tetapi digunakan untuk chatting, berkenalan bahkan berpacaran. Sehingga, hal ini turut mempengaruhi minat dan prestasi siswa.
Sebenarnya jika di telusuri dari sejarah awalnya, Facebook adalah situs web jejaring sosial menghubungkan orang satu dengan yang lain. Dapat saling berkirim pesan hingga mengetahui aktifitas orang lain, dengan segala fitur yang dimilikinya situs ini dikeluarkan pada tanggal 4 februari 2004 dan menjadi populer pada tahun 2006 sampai sekarang. Lalu apa yang disebut jejaring sosial? Jejaring sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari beberapa individu untuk memantau suatu organisasi relasi pertemanan. Jaringan sosial, memiliki beberapa tingkatan, mulai dari keluarga, teman, perusahaan, hingga negara. Facebook didirikan oleh oleh mark zuckerberg, seorang lulusan harvard college. Dalam dua bulan selanjutnya, Mark Zuckerberg memperluas anggotanya ke sekolah-sekolah lain di wilayah Boston dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League.
Pengembangan pun terus dilakukan hingga pada tanggal 11 September 2006, orang yang memiliki email seperti edu., ac., uk., com., dan lainnya dari seluruh dunia dapat juga bergabung dengan situs jejaring sosial ini. Pengguna dapat memilih untuk bergabung dengan satu atau lebih jejaring yang tersecua, seperti berdasarkan sekolah, tempat kerja, atau wilayah geografis.

Pada juli 2007, situs ini memiliki jumlah pengguna terdaftar paling besar di antara situs-situs yang berfokus pada sekolah dengan lebih dari 14 juta anggota aktif yang dimilikinya dari seluruh dunia. September 2006-september 2007, rating naik dari posisi 60 ke posisi 7 situs paling banyak dikunjungi hingga pada saat ini.

Dengan semakin pesatnya perkembangan pengguna facebook, tak dapat dipungkiri bahwa penggunaan facebook memiliki dampak, baik positif maupun negatif terutama pada motivasi belajar para pelajar yang telah mengenal facebook tetapi tidak digunakan dengan semestinya seperti yang telah dicontohkan oleh penemunya mark zuckerberg apalagi jika situs ini digunakan secara berlebihan. Setidaknya beberapa upaya yang bisa dipakai menekan penyebaran efek buruk facebook. Pertama, langkah teknis berkaitan dengan kebijakan Kementrian Komunikasi dan Informasi tentang penyelenggaraan program internet sehat. Program itu memungkinkan asosiasi warnet, guru atupun pengguna internet memahami facebook sebagai piranti tukar sapa ataupun tukar informasi bukan untuk tujuan lain. Selebihnya, Kementrian juga bisa menyebarkan filter berupa program software untuk menekan dampak buruk teknologi informasi.

Kedua, perlu adanya dukungan dari orangtua, tokoh budaya hingga kalangan agamawan, untuk mensosialisasikan tentang saran, manfaat dan sisi positif facebook. Seperti juga facebook dan jejaring sosial lainnya apabila dimanfaatkan dengan baik, maka akan bisa memberikan manfaat bagi kita.

Yang terpenting adalah dari diri kita sendiri untuk menggunakan teknologi modern ini secara sehat atau jangan sampai kita sendiri yang mabuk tekhnologi, tetapi kita itu tetap harus melek teknologi. Seperti pepatah yang disampaikan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang mengatakan "Kuasailah dunia, tetapi jangan sampai dunia yang menguasaimu". Oleh karena berbagai alasan yang telah di kemukakan tersebut, kali ini akan dijabarkan mengenai dampak dari penggunaan facebook. Dengan tujuan agar kita dapat menggunakan facebook dengan bijaksana sesuai dengan kebutuhan.

Dengan memperhatikan latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk mengkaji Implikasi Situs Jejaring Sosial di kalangan siswa. Maka dari itu penulis merasa terdorong untuk melakukan studi atau penelitian di SMA X karena merupakan salah satu lembaga pendidikan yang memiliki mutu pendidikan yang lebih baik serta memiliki fasilitas terlengkap diantara lembaga pendidikan swasta yang mengacu pada program SBI (sekolah berstandar internasional) di kota X, dengan mengambil judul "Implikasi situs jejaring sosial (face book) terhadap prestasi belajar siswa kelas 2 SMA X".

B. Rumusan Masalah
Bertitik tolak dari latar belakang yang telah dipaparkan, dapat di identifikasikan beberapa persoalan pokok yang dicarikan pemecahannya yaitu :
1.Bagaimana implikasi situs jejaring sosial (facebook) terhadap prestasi belajar siswa?
2.Bagaimana pola perilaku siswa dalam pemanfaatan situs jejaring sosial (facebook)?

C. Tujuan penelitian
Untuk menghindari adanya ketidaksesuaian antara topik pembahasan yang mungkin terjadi, maka berdasarkan rumusan diatas yang menjadi tujuan penyusunan skripsi ini adalah :
1.Untuk mengetahui pengaruh penggunaan facebook terhadap minat belajar dan implikasinya terhadap prestasi belajar siswa SMA kelas 2 di SMA X
2.Untuk mengetahui bagimanakah perilaku/akhlaq siswa terhadap penggunaan facebook pada siswa SMA kelas 2 di SMA X

D. Manfaat Penelitian
Adapun hasil dari pembahasan skripsi ini diharapkan berguna untuk :
a. Bahan pengalaman bagi penulis dalam penyusunan karya tulis dan sekaligus sebagai sumbangan pemikiran dalam meningkatkan mutu pendidikan.
b. Bahan referensi bagi peneliti selanjutnya dalam mengadakan penelitian yang berkaitan dengan pendidikan nasional dan tentang pemanfaatan teknologi informasi
c. Informasi bagi guru dalam rangka meningkatkan peranannya untuk memotivasi belajar siswa guna mencapai prestasi yang baik.
d. Memberikan pandangan kepada segenap generasi islam khususnya para pelajar untuk memanfaatkan tekhnologi global connection (internet) khususnya situs jejaring sosial facebook sebagai sarana yang tepat dalam membangun strategi dakwah islam.
e. Dapat dijadikan bahan rujukan untuk melakukan penelitian selanjutnya.

D. Ruang Lingkup dan Batasan Masalah
Pada penyusunan skripsi ini penulis memiliki keterbatasan atau ruang lingkup penelitian, meliputi :
1. Penelitian ini digunakan untuk mengetahui implikasi facebook terhadap prestasi belajar, serta bagaimana pola perilaku terhadap siswa dalam pemanfaatan situs jejaring sosial
2. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas 2 yang menggunakan facebook di SMA X

E. Definisi Operasional
1. Facebook
Adalah sebuah website jaringan sosial dimana para pengguna dapat bergabung dalam komunitas seperti kota, kerja, sekolah, dan daerah untuk melakukan koneksi dan berinteraksi dengan orang lain.
2. Prestasi Belajar
Adalah hasil dari perubahan dalam individu hasil dari aktivitas dalam proses belajar yang berupa ketrampilan, kecakapan dan pengetahuan.

G. Sistematika pembahasan
Adapun sistematika pembahasan dalam skripsi ini dikelompokkan menjadi enam bab. Dan masing-masing bab terdapat beberapa bahasan yang lebih terperinci yaitu :
BAB 1
Bab ini merupakan pendahuluan yang menempati bab pertama, terdiri dari latar belakang masalah yang memberikan gambaran judul skripsi, rumusan masalah, tujuan penelitian untuk mengetahui tujuan dalam pembuatan judul skripsi pentingnya penelitian yakni memberi masukan kepada instansi yang terkait supaya dikembangkan sesuai dengan tujuan, ruang lingkup atau keterbatasan penelitian untuk mengetahui batasan-batasan yang digunakan dalam pembahasan, definisi operasional untuk menghindari salah pengertian dan penafsiran terhadap judul skripsi, serta terakhir sistematika pembahasan.
BAB II
Bab ini merupakan tinjauan kepustakaan atau landasan teori. Pada bab ini berisi :
1. Pengertian situs jejaring sosial
2. Pengertian facebook
3. Dampak penggunaan facebook
4. Facebook dalam perspektif islam
5. Pengertian prestasi belajar
6. Prinsip- prinsip belajar
7. Faktor- faktoryang mempengaruhi prestasi belajar
8. Menentukan prestasi belajar
9. Implikasi situs jejaring sosial (facebook) terhadap prestasi belajar siswa
BAB III
Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti untuk memperoleh hasil penelitian disajikan dalam bab ini yaitu meliputi : lokasi penelitian yaitu tempat dimana penelitian akan dilakukan, pendekatan dan jenis penelitian, kehadiran peneliti, sumber data penelitian, pengumpulan data, analisis data, pengecekan keabsahan data, tahap-tahap penelitian.
BAB IV
Laporan hasil penelitian dan pembahasan merupakan bab ke-IV yang menyajikan data dan temuan yang diperoleh dengan menggunakan metode dan prosedur yang telah diuraikan pada bab III, yang terdiri atas latar belakang obyek atau deskripsi obyek, deskripsi data penelitian dan hasil analisis data uraian tentang pembahasan terhadap temuan-temuan yang telah dikemukakan sebelumnya
BAB V
Berisi tentang pembahasan penelitian implikasi situs jejaring sosial (facebook) terhadap prestasi belajar siswa kelas 2 di SMU X.
BAB VI
Terdiri dari dua hal pokok yaitu tentang kesimpulan saran yang diberikan oleh peneliti terhadap hasil penelitian. Dalam bab ini akan di ketahui kesimpulan dari hasil penelitian dan sebagai kelengkapanya disertakan daftar pustaka dan lampiran-lampiran

Posted by: Admin Indeks Prestasi Updated at: 08:02:00

THE EFFECTIVENESS OF ROLE PLAY METHOD IN IMPROVING STUDENTS SPEAKING SKILL

THE EFFECTIVENESS OF ROLE PLAY METHOD IN IMPROVING STUDENTS SPEAKING SKILL

1.1 Background
Speaking is one of four basic skills (listening, speaking, reading, and writing) that have to be mastered in learning English. In KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), speaking is one of four skills which have to be mastered by senior high school students in Indonesia because speaking skill is tested in national exam. It means that every senior high school student has to master speaking skill. Besides that, speaking skill is very important to be mastered because it can help us to communicate with others well. Therefore, the speaking skill is totally required.
Speaking skill is very important to be mastered but the lack of teachers' ability to improve their students' speaking ability makes speaking skill hard to be mastered. Besides that, many teachers use bahasa Indonesia when they teach English in the classroom. Some teachers also teach speaking only by reading some dialogues and asking their students to read and make some dialogues. Those methods can make the students not accustomed to use English actively and assume that learning English is not interesting.
To solve the problem, we have to find an effective method in teaching speaking and improving the students' speaking ability. Brown (2001) stated that group work gives students more opportunities to speak. Group work is a generic term covering a multiplicity of techniques in which two or more students are assigned a task that involves collaboration and self-initiated language (Brown, 2001). It means that group work is one technique which can be used to stimulate students to speak more.

There are some activities which belong to group work. One of the activities is role play. According to Brown (2001), role play minimally involves (a) a giving role to one or more members of a group and (b) assigning an objective or purpose that participants must accomplish. Holden (1981) stated that the aim of the role play is for students to make up short dialogues using appropriate language and gestures. Stern (1980) in Alwahibee (2004) indicated that role-play activity is a classroom technique that has been recognized as a useful means of acquiring (teaching) a foreign language. Those statements about role play indicate that role play is one technique which can be used to improve students' speaking ability in foreign language, especially English.

Livingstone stated that role play is a classroom activity which gives the student the opportunity to practice the language, the aspects of role behavior, and the actual roles he may need outside the classroom (1983). Furness (1976) in Huang (2008) also stated that role play can improve communication skills and creativity, increase social awareness, independent thinking, verbalization of opinions, development of values, and appreciation of the art of drama. Role play can make the students act and place themselves as another person such as, a policeman, a receptionist, a doctor, and many more. Role play also can make the students more active and creative to speak in different conditions and situations.

The previous study on the role-play method, which was conducted by Alwahibee (2004), found that the experimental group of his study showed great gains in their oral skills after used role play method in teaching learning activities. This indicates that the use of role-play activity is very effective. Based on his study result, Alwahibee stated that role play is one of the activities that enhance the oral proficiency of the students.

In my opinion, teaching speaking using role play method will give different perception to the students about learning speaking. It will make the students more active, and make the teaching learning process more fun. Considering the use of role play method in improving students' speaking ability, the researcher attempts to prove the effectiveness of using role play method in improving students' speaking skill.

1.2 Reason for choosing the topic
Since speaking is one of four skills that have to be mastered by students in senior high school, senior high school students are demanded to improve their speaking ability. However, there are some problems in improving student's speaking skill, especially in English. The problems are the lack of teachers' ability in teaching speaking and the shyness of students to speak in English. To make successful teaching learning activities, especially in improving students' speaking ability, we have to find a good and effective method in teaching speaking.

Role-play method is one method which can be used in teaching speaking to improve students' speaking skill. With using this method, we can make students more active and braver to speak in English. It can also make the students able to act in different situations. Finally, it can improve students' speaking skill.

1.3 The statement of the problems
The following research questions are the focuses of this study :
a. Is using role play method effective in improving students' speaking ability in the first grade of senior high school?
b. What are the students' perceptions toward the role play method in improving their speaking skill?

1.4 The Scope of the study
The research of the study will be focused on the use of role play method in EFL classroom, especially in first grade students of senior high school, in improving students' speaking skill and the students' perception toward the method.

1.5 The aims of the study
The study is expected to find out :
a. The effectiveness of role play method in improving the students' speaking skill in the first grade of senior high school.
b. The students' perceptions of role play method in improving speaking skill in the first grade of senior high school.

1.6 Significance of the study
The result of this study highlights the use of role play method in improving students' speaking skill at a senior high school in X. This study is hopefully able to present a fact of the use of role play method in improving speaking skill of the students in that senior high school.

1.7 Organization of the paper
This paper will be presented in five chapters. The chapter will consist of several sub topics that will elaborate the different issues.
Chapter I is Introduction. It consists of background, reason for choosing the topic, the statement of the problems, the scope of the study, hypothesis, the aims of the study, significance of the study, research method, data collection, data analysis, population and sample, clarification of terms, and organization of the paper.

Chapter II is Theoretical Foundation. It presents theoretical framework on the issue. It consists of the definition of Role Play, the description of Role Play method in EFL classroom activity, the procedures in using Role Play, a brief history of role play, and the advantages and disadvantages of using role play method.

Chapter III is Research Methodology. It provides the method of the research which consists of formulation of the problems, research design, research procedures, and data analysis procedures.
Chapter IV is Research Findings and Discussions. It provides the data presentations that describe the result of the research as well and the analysis of the data.
Chapter V is Conclusions and Suggestions. It presents the conclusion of the paper and suggestions for further research.

Posted by: Admin Indeks Prestasi Updated at: 08:00:00

THE TECHNIQUES OF TEACHING SPEAKING TO YOUNG LEARNERS

THE TECHNIQUES OF TEACHING SPEAKING TO YOUNG LEARNERS

1.1 Background
It is said that speaking is the basic skill of language learning. It is because speaking as verbal communication is the most common way for people to communicate to each other (Herlinda, 2010 : 18). This is the greatest challenge for young learners because to speak means that children, with the limited ability they have, have to speak and think at the same time. They are expected to be able to express their feelings, play and joke with their peers, deliver opinions in classes and communicate orally in English (Scott and Ytreberg, 2004 : 33).

However, Widiyanto and Yomartono (Wahyuningsih, 2009 : 1) state that there is still lack of stimulation given in a classroom in formal school. It is observed from the fact that classroom tend to be quiet and learners are less motivated to speak. It is supported by Hartiyana (2008 : 1) who claimed that teachers in Indonesia are mostly missed in giving opportunities to their children to give a meaningful and contextual teaching and learning. In fact, students rarely speak English in other places except in their class. They can listen to English at home, read English at library, write English at blogs, but they have small opportunity to speak at somewhere else but in their classroom (Sriyati, 2010 : 15). Therefore, students nowadays are improving their speaking skill using various ways. One of the common ways is by taking English Course.

According to the statements of parents who were interviewed in preliminary research conducted informally by the researcher, their children were expected to be more fluent in speaking English than their classmates who did not go to English Course. It is because they believed English Course would give students room to speak English more than at school. As Lawti (2004) states that :
... if students do not learn how to speak or do not get any opportunity to speak in the language classroom they may soon get de-motivated and lose interest in learning. If the goal of your language course is truly to enable your students to communicate in English, then speaking skills should be taught and practiced in the language classroom.
Teachers in English Courses have more willingness to maximize the quality and the quantity of teaching techniques for practicing English because language classroom exists to provide enough support from the environment, something that most of students do not have, to talk in English naturally (Scott and Ytreberg, 2004 : 33).

Having some information about the significance of techniques implemented in English Courses, teachers in public schools can adapt or adopt the techniques to be implemented in their language classrooms. Hence, this research is conducted to discover, describe, and compile in-depth information about techniques of teaching speaking to young learners employed by one of English Courses in X, and to identify whether there is obstacle from the techniques the teacher employs. The theory of Harmer about the P-P-P procedure (Presentation-Practice-Produce) is the grand theory of this research (Harmer, 2007 : 64). There is one children class of an English Course and one instructor of an English Course involved in this research. The result later is expected to be able to give significance contribution in teaching English to young learners in Indonesia.

1.2 Research Questions
There are two research questions addressed in this research :
1. What techniques does the teacher at a children class of an English Course employ in teaching speaking to young learners?
2. Is there any obstacle from the techniques employed?

1.3 The Aim of the Research
This research is aimed at :
1. Discovering teaching speaking techniques employed by a teacher at a children class of an English Course in teaching speaking to young learners.
2. Finding out whether there is any obstacle from the techniques employed.

1.4 Scope of the Research
This research focused on discovering the teaching speaking techniques employed by a teacher in an English Course for children class. Furthermore, this research was conducted to reveal whether there is any obstacle of implementing the techniques. Therefore, the researcher did not observe any other part of English language skills or any other age of learners.

1.5 Significance of the Research
The research is important to conduct since it is expected to contribute professional source in the teaching profession in Indonesia in particular, and to add more references in general. Having new information in professional source related to teaching speaking techniques for young learners, teachers in public schools as well as English language instructors in English Courses will improve their ability and provide various yet effective activities for their students especially in speaking skill. Furthermore, the research gives beneficial information about the present condition that appears in the teaching-learning activities in speaking lesson in an English Course. The findings later also provide some information to conduct other investigation in the same field with certain interest.

1.6 Clarification of Terms
1. Teaching Speaking Techniques
The teaching speaking techniques in this research is the way teachers in an English Course teach children classes in speaking lesson.
2. Techniques
Technique is any of a wide variety of exercises, activities, or devices used in the language classroom for realizing lesson objectives. (Brown 2001 : 16 as cited in Meisara 2006 : 6)
3. Speaking ability
Speaking is the active use of language to express meanings so that other people can make sense of them. (Cameron, 2008 : 40)
4. English course
English course is a course of teaching English with a series of lessons or lectures on an English learning in which the aim is to make its students to be capable of using English fluently (Kastrena, 2005 : 1).
5. Comprehension
Comprehension is a process where the students understanding upon new language taught in the classroom is represented in order to organize and arrange material well. (Sadker and Sadker, 1977 as cited on Wahyuningsih, Weni, 2009).

1.7 Organization of paper
This research is divided into five parts. The first part of the research is Research Background which consists of burning issue, research statement and sample or population.
The second part of this research is Theoretical foundation. In this chapter, the researcher delivered the theories used to analyze the data gathered.
The third part of this research is Research Methodology which is divided into Research Design, Sites and Participants, Data Collecting Methods, and Data Analysis. The fourth part of this research is the Findings and Discussions and the last one is the Conclusion.

Posted by: Admin Indeks Prestasi Updated at: 07:58:00

THE PRACTICE OF ELICITING TECHNIQUES IN EFL CLASSROOM INTERACTION

THE PRACTICE OF ELICITING TECHNIQUES IN EFL CLASSROOM INTERACTION

This chapter introduces the present study. It provides background of the study, research questions, objectives of the study, scope of the study, and significance of the study. It also presents sites and respondents, methodology, establishing trustworthiness, clarification of key terms, and organization of the research paper.

1.1 Background
One of the objectives of teaching English as a foreign language is that students should be able to speak the target language (Hughes, 2002 : 47). It means that students should be able to communicate English fluently and accurately. In classroom interaction teachers adopt the target language to promote the communication between learners and themselves. In this way students practice the language by responding to what their teachers say. In other words, students are expected to actively participate in learning English. However, the result of students' acquisition particularly in speaking skill has not been satisfactory yet (Mulardi, 2000).

Many classroom activities lack of students' interaction and the students have little opportunities to practice English orally in the classroom. Besides, many students feel anxious to speak in the class (Padmadewi, 1999) and are likely to keep silent or tend to be passive when their teacher asks them some questions (Tutyandari, 2005). Those problems contribute to losing students' interest and enthusiasm to speak in the classroom. As a consequence, the classroom loses its active atmosphere.

Based on School Based Curriculum (2003), the standard competence of teaching speaking skill in Senior High School is expressing the meaning in transactional and interpersonal conversation in daily life context. If the students cannot express their intentions or their ideas, the standard competence will not be achieved. Thus, the acquisition of students' speaking is far from being successful. The phenomenons above gives raise a question whether or not teachers apply appropriate ways or techniques in presenting the lesson.
Learning a foreign language is more difficult than learning students' mother tongue. Therefore, a good teacher should choose an appropriate technique to make it easier for them to learn (Mujayanah, 2004 : 2). Additionally, Semiawan & Joni (1993) state that a teacher is recommended use a teaching technique to enable students to use their communication competence optimally. Therefore, to get students' contribution in learning process, a teacher should apply appropriate techniques so that students can actively participate in the class.
In addition, to design and apply a technique in classroom interaction, the teachers need to be aware of implementing classroom interaction so that students can easily to follow and understand the lesson given. Brown (2000 : 275) summaries that techniques should fulfill student's needs, encourage students' motivation, provide appropriate feedback and correction, and give students opportunities to initiate oral communication.

In stimulating students' talk and discouraging students' silence in the classroom, the teachers may employ some appropriate techniques. One of which is to employ eliciting techniques. Coulthard (1975 : 28, as cited in Nurokhmah, 2009) mentions that there are six eliciting techniques to raise classroom language, i.e. eliciting inform, eliciting confirm, eliciting agree, eliciting commit, eliciting repeat, and eliciting clarify. Moreover, Slattery & Willis (2001 : 48-49) also state that there are five ways of eliciting language in the classroom, i.e. wh-questions, questions using intonation only, questions using inversion, unfinished sentence questions with rising intonation, and either/or questions.

Based on the explanations above, it can be said that teachers are required to be well prepared in presenting the lesson through supported activities or techniques including eliciting techniques to stimulate students' talk in the classroom. In other words, eliciting techniques can help students activate their communicative competence and use English language to express their feelings and ideas. As a result, classroom interaction will run more effectively and efficiently.

The previous studies showed that eliciting techniques significantly contributed to teaching-learning process, that is it created student-centered learning (Huyen, 2006; Nurokhmah, 2009). Huyen (2006) investigated the techniques used by the teachers to elicit 10th grader students' talk in Hanoi, whereas Nurokhmah (2009) investigated the elicitation techniques used by the teacher to encourage students' talk of the third-year students in Semarang. They found that eliciting techniques could stimulate the mastery of new vocabularies, motivated the students to talk, promoted students' answers, and provoked students' critical thinking.

Based on the consideration above, the present study tries to investigate the eliciting techniques used by the teachers to stimulate students' talk in classroom interaction. It also focuses on students' responses and teachers' feedback towards students' responses.

1.2 The Research Questions
The study is conducted to answer the problems formulated in the following questions :
1. What eliciting techniques do teachers apply to stimulate students' talk in classroom interaction?
2. How do students respond to teachers' eliciting techniques in classroom interaction?
3. How do teachers give feedback to students' responses in classroom interaction?

1.3 The Objectives of the Study
Based on the research questions formulated above, the study aims to :
1. investigate the eliciting techniques teachers apply to motivate students to talk in classroom interaction.
2. investigate the ways students respond to teachers' eliciting techniques in classroom interaction.
3. investigate the ways teachers give feedback to students' responses in classroom interaction.

1.4 The Scope of the Study
Based on Indonesian educational system, English is taught in four skills, one of which is speaking skill. The study focuses on students' talk particularly in classroom interaction. In other words, the study covers teachers' eliciting techniques based on Coulthard (1975 : 28) and Slattery & Willis (2001 : 48-49) theories. The theories are employed by the teachers in stimulating students' talk in four classes at one of the senior high schools in X. The analysis centers on teachers' abilities in applying the eliciting techniques in classroom setting from beginning through the end of learning process.

1.5 The Significance of the Study
The study hopefully can describe how teachers applied the eliciting techniques particularly in simulating students' talk in the classroom. The findings of the study are expected to contributing theoretically and practically to the improvement of teaching and learning process. In addition, the findings can give teachers some valuable inputs and references to develop their teaching performances in the classroom. Moreover, the result of the study can provide valuable information and serve as document for English teachers especially for the teachers at the school being investigated.

The study is also important for the students. It is expected that the students can more actively participate, not anxious to speak English, brave in answering teachers' questions, and they are able to communicate English well. Furthermore, the study can give contribution for the other researchers as their references in conducting further research. They may get other techniques to encourage students to talk or they can also develop another study to solve the problems as contribution for improving our education.

1.6 Clarification of Key Terms
To avoid unnecessary misunderstanding and ambiguity, some terms used in the study are clarified as follows :
1.6.1 Teachers' techniques
Techniques are ways in presenting the language to the students (Brown, 1995 : 14). Hence, teachers' techniques are a set of ways or techniques used by the teachers in doing something in achieving certain objectives.
1.6.2 Eliciting Techniques
According to Cambridge Learner's Dictionary (Walter, 2004), eliciting is aimed to get information or a reaction from someone. Thus, eliciting techniques is a way used by the teacher to get students' responses in classroom.
1.6.3 Classroom Interaction
Brown (2001) states that "interaction is the collaborative exchange of thoughts, feelings, or ideas between two or more people, resulting in a reciprocal effect on each other." Therefore, classroom interaction is a place in which the teachers and students are interacting each other to get certain information such as asking and answering questions, making comments, and discussing.

1.7 Organization of the Research Paper
The research study is organized into five chapters. Each chapter is subdivided into subtopics that elaborated the given issue. The chapter is arranged as follows :
Chapter I is introduction. It includes the background of the study, the research questions, the scope of the study, the objectives of the study, the significant of the study, site and participants, methodology, clarification of key terms, and organization of the research paper.

Chapter II is theoretical foundations of the topic. It provides theoretical foundation of the study which is relevant to be used in conducting the research. The theoretical views include the nature of techniques and some techniques used by the teachers in stimulating students' talk.

Chapter III focuses on research methodology. It includes research design, site and participants, research procedure, instruments, ethical consideration, establishing trustworthiness, data analysis, and notes from the pilot study (pilot test).

Chapter IV elaborates findings and their discussions. It provides answers of the research problems. It also supplies the result of the research which consists of findings (data presentation).
Chapter V is conclusions and recommendations. It summarizes the findings and their discussions. In addition, recommendations for further researchers are offered.

Posted by: Admin Indeks Prestasi Updated at: 07:56:00

SINKRON DAPODIK YANG DIAMBIL P2TK DIKDAS UNTUK SK TPP BERAKHIR PADA 30/11/2014

Batas akhir data syncron Dapodik yang akan diambil oleh P2TK Dikdas sebagai dasar penerbitan SK TPP akan berakhir pada tanggal 30 November 2014. Masih ada waktu 2 hari lagi. Berikut data belum valid dan data belum update Dapodik Per tanggal 28 November 2014 - 02.40 WIB (download).

Dihimbau kepada seluruh dinas pendidikan untuk memperhatikan data berikut jika memang tidak valid untuk diterbitkan SK TPP dimohon untuk merubah data kelulusan menjadi data tidak berhak melalui aplikasi tunjangan profesi serta jika memang data ptk tersebut tidak aktif segera me-non-aktifkan melalui aplikasi tunjangan profesi.

Kepada PTK, Operator dan Dinas Pendidikan Tingkat Kab/Kota yang bersangkutan bisa melaporkan permasalahan melalui http://layanan.p2tk.dikdas.kemdikbud.go.id.

SINKRON DAPODIK YANG DIAMBIL P2TK DIKDAS UNTUK SK TPP BERAKHIR PADA 30/11/2014
Untuk Dinas Pendidikan :

User ID : User ID Tunjangan Profesi
Password : User ID Tunjangan Profesi

Untuk sekolah (Operator dan PTK) :

User ID : User ID Dapodik
Password : User ID Dapodik


Posted by: Admin Indeks Prestasi Updated at: 07:54:00

IMPLEMENTASI FULL DAY SCHOOL DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI

IMPLEMENTASI FULL DAY SCHOOL DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI

A. Latar Belakang Masalah
Secara Jitrah manusia memiliki potensi (kemampuan) untuk membina dan mengembangkan aspek-aspek rohaniah dan jasmaniah yang telah dianugerahkan oleh Allah SWT. Pematangan potensi rohaniah dan jasmaniah ini dapat dicapai melalui proses pendidikan, karena pendidikan merupakan rangkaian dari bimbingan serta pengarahan terhadap potensi manusia yang berupa kemampuan dasar dan kemampuan belajar sehingga terjadilah perubahan dalam kehidupan pribadi manusia sebagai makhluk individu dan sosial.

Sarana yang paling strategis untuk mengembangkan potensi tersebut adalah melalui pendidikan. Pendidikan merupakan upaya sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya secara aktif untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Makna pendidikan secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha manusia untuk membina kepribadian sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang ada di dalam masyarakat, dengan demikian bagaimanapun sederhananya peradaban masyarakat di dalamnya terjadi dan berlangsung proses pendidikan. Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapakan peserta didik melalui kegiatan bimbingan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Pendidikan adalah suatu bimbingan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani anak didiknya menuju kepribadian yang baik.

Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan umat manusia. Karena dengan pendidikan akan membantu membentuk kepribadian peserta didik di masa yang akan datang dan sekaligus juga mempunyai fungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan kualitas kehidupan manusia Indonesia dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia serta tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.
Pendidikan dapat menjadi tolak ukur bagi kemajuan dan kualitas kehidupan suatu bangsa, sehingga dapat dikatakan bahwa kemajuan suatu bangsa dapat dicapai salah satunya adalah dengan melalui pembaharuan serta penataan pendidikan dengan baik. Jadi keberadaan pendidikan memiliki peran yang sangat penting terutama dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang cerdas, pandai, berilmu pengetahuan, berjiwa sosial, demokratis, serta berakhlak mulia.
Di samping pendidikan itu penting bagi umat manusia, pendidikan juga merupakan bagian yang penting bagi masyarakat, bangsa dan negara. Pada era reformasi sebagaimana sekarang ini pembaharuan demi pembaharuan selalu diupayakan agar pendidikan benar-benar memberikan kontribusi yang signifikan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa berdasarkan pancasila.

Pendidikan menjadi cita-cita bagi setiap umat manusia terutama yang cinta kepada kebaikan, karena pendidikan merupakan salah satu media untuk mengangkat derajat manusia, bangsa dan negara sekaligus menyadarkan mereka untuk menuju pada kebahagiaan dan kesempurnaan kehidupan baik di dunia maupun di akhirat nanti. Hal tersebut sebagaimana firman Allah dalam surat Al Mujadalah ayat 11, bahwasannya Allah berjanji akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman terutama bagi mereka yang berilmu pengetahuan yang luas dengan beberapa derajat. Adapun bunyi ayatnya adalah sebagai berikut :
Artinya :
"Allah (berjanji) akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan".

Pendidikan merupakan tindakan antisipatoris, karena apa yang dilaksanakan dalam pendidikan sekarang akan diterapkan dalam kehidupan manusia di masa yang akan datang. Maka dari itu pendidikan saat ini harus mampu menjawab persoalan-persoalan dan dapat memecahkan masalah-masalah yang dihadapi terutama pada saat ini. Pendidikan bukan suatu upaya yang sederhana melainkan suatu kegiatan yang dinamis dan penuh dengan tantangan.

Berdasarkan masalah tersebut di atas, maka para pendidik terutama pengembang dan pelaksana kurikulum harus senantiasa berfikir ke depan dan menerapkannya dalam pelaksanaan fungsi dan tugasnya. Oleh karena itu tidak berlebihan jika sampai pada saat ini pendidikan masih dipandang sebagai suatu yang utama dan diutamakan dalam komunitas masyarakat bangsa dan negara. Itulah sebabnya pendidikan senantiasa memerlukan upaya perbaikan dan peningkatan kualitas dalam segala bidang.

Beberapa perbaikan dan perubahan yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan antara lain dilakukan penyempurnaan dalam bidang kurikulum, proses kegiatan belajar mengajar, metode pembelajaran, buku-buku pelajaran, evaluasi dan penyempurnaan dalam memberikan bimbingan kepada siswa khususnya yang mengalami kesulitan dalam belajarnya, sehingga dengan pembaharuan sistem pendidikan tersebut siswa akan lebih termotivasi dalam belajarnya sehingga akan diperoleh hasil pendidikan yang maksimal.

Selain mengadakan perbaikan tersebut di atas, dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa adalah dengan mengimplementasikan full day school di mana pada sistem pembelajaran ini waktu bermain anak akan sedikit berkurang dan mereka lebih difokuskan untuk belajar di sekolah. Karena dalam sistem pembelajaran ini menggabungkan antara waktu belajar dan waktu bermain anak di sekolah selama sehari penuh mulai pagi hingga sore hari.
Dalam sistem pembelajaran full day school, proses pembelajaran tidak hanya menekankan belajar pada aspek kognitif saja akan tetapi di dalam sistem pembelajaran ini terdapat berbagai macam metode pembelajaran, yang tidak mendasarkan pada banyaknya informasi yang disampaikan oleh guru saja melainkan bagaimana siswa belajar pada : "how to learn", "how to do", dan "how to feel"
Pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan atau out put yang memiliki kompetensi (kemampuan). Kualitas dalam konteks pendidikan mengacu pada hasil atau prestasi belajar yang dicapai oleh siswa. Oleh karena itu maka pendidikan mampu menghasilkan "manusia seutuhnya" yaitu manusia dengan pribadi integral yang memiliki kemampuan, sehingga mereka dapat mengintegrasikan antara ilmu pengetahuan dan teknologi serta iman dan taqwa (IPTEK dan IMTAK).

Lulusan yang berkualitas dapat dicapai dengan melalui proses pembelajaran yang berkualitas pula, yaitu pembelajaran yang berpusat pada siswa (studen centered) bukan pada guru, dan di sini full day school adalah salah satu sistem yang proses pembelajarannya berpusat pada siswa. Lulusan yang berkualitas adalah lulusan yang dapat menguasai dan memiliki ilmu pengetahuan yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan dengan nilai dan akhlak sehingga dapat meningkatkan harkat dan martabatnya serta berdampak pada penyebaran rahmat bagi seluruh alam.

Dalam pelaksanaannya, suatu lembaga pendidikan selalu ingin menghasilkan lulusan-lulusan atau out put yang baik, berkualitas, memiliki prestasi belajar yang bagus serta dapat diandalkan. Seorang siswa yang berhasil dalam menuntut ilmu tidak cukup dinilai hanya berhasil dalam bidang akademisnya saja, menduduki peringkat atas di kelasnya atau prestasi yang pernah diraihnya di sekolah, akan tetapi harus dilihat pula dari sisi kualitas kepribadiannya, kedalaman ilmu yang dikuasainya, penghayatan dan pengalaman etos belajarnya, keluhuran akhlak dan tingkah laku kesehariannya.

Selain itu, keberhasilan pendidikan dapat kita lihat dari beberapa hal, diantaranya adalah tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh DIKNAS. Namun yang paling utama adalah adanya perubahan sikap dan tingkah laku yang menonjol pada diri siswa. Dengan adanya perubahan pola pemikiran atas dasar pengetahuan atau ilmu yang diperoleh dari seorang guru, dari pengalaman belajarnya serta interaksi dengan lingkungan sekitarnya, sehingga keberadaan seorang guru sangat berpengaruh bagi perkembangan siswa selanjutnya.

Berdasarkan hasil pengamatan sepintas peneliti tentang pelaksanaan pendidikan di salah satu lembaga pendidikan agama yang ada di Kabupaten X, di mana lembaga pendidikan agama ini telah melakukan kebijakan full day school dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Di samping adanya pembaharuan dan pengembangan kurikulum juga diikuti dengan keaktifan para guru dalam melaksanakan tugas mengajanya.

Full day school merupakan salah satu inovasi baru dalam bidang pendidikan di mana proses kegiatan belajar mengajarnya mewajibkan civitas akademika berada di sekolah mulai dari pagi hari hingga sore hari dan salah satu kegiatan pada sistem pembelajaran full day school adalah mengerjakan tugas di sekolah dengan bimbingan seorang guru yang bersangkutan.

Mengingat hal tersebut, maka Madrasah Aliyah Negeri (MAN) X telah menerapkan suatu cara alternatif guna meningkatkan prestasi belajar siswa. Alternatif yang digunakan oleh MAN X adalah dengan cara mengubah metode pembelajaran yang menarik yang sekarang ini umum dikenal dengan sistem pembelajaran full day school.

Implementasi full day school di MAN X telah berjalan selama hampir 8 (delapan) tahun, yaitu mulai tahun ajaran 2001-2002 sampai dengan sekarang. Kebijakan ini dilakukan kepala madrasah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan yang berstandart nasional. Pada awalnya implementasi full day school di MAN X berjalan selama 4 (empat) hari yaitu hari senin sampai dengan hari kamis dan dikhususkan bagi siswa kelas XII dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa dan mempersiapkan siswa MAN X dalam menghadapi ujian akhir nasional (UAN).

Seiring dengan keberhasilan dari implementasi full day school yang didukung dengan manajemen madrasah yang bagus, maka pada tahun ajaran 2006-2007 kepala madrasah mengadakan perubahan dalam waktu pelaksanaannya sehingga pada saat ini implementasi full day school berlaku bagi seluruh siswa MAN X dan berlangsung selama 3 (tiga) hari mulai hari senin hingga rabu. Sedangkan untuk hari kamis, jum'at dan sabtu difokuskan pada kegiatan non akademik supaya siswa MAN X lebih mandiri.

Selain itu, MAN X merupakan lembaga pendidikan agama di mana keberadaannya sangat berpengaruh dalam mengembangkan pengetahuan agama dan pengetahuan umum pada tingkat yang lebih tinggi. Dengan adanya deskripsi tersebut, maka peneliti tertarik untuk mengetahui lebih mendalam tentang bagaimana implementasi full day school dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di MAN X.

Berdasarkan uraian di atas, maka perlu diadakan penelitian tentang implementasi full day school di MAN X. Dengan pertimbangan lembaga pendidikan ini merupakan satu-satunya lembaga pendidikan agama yang ada di Kecamatan X, Kabupaten X yang telah mengimplementasikan sistem pembelajaran full day school. Oleh karena itu dalam skripsi ini peneliti tertarik untuk mengambil judul "IMPLEMENTASI FULL DAY SCHOOL DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI MAN X KABUPATEN X"

B. Rumusan Masalah
Dari fenomena di atas, maka dalam skripsi ini peneliti akan merumuskan masalah yang akan dibahas yaitu sebagai berikut :
1. Bagaimana implementasi full day school dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di MAN X ?
2. Apa saja faktor penghambat implementasi full day school dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di MAN X ?
3. Bagaimana upaya mengatasi hambatan implementasi full day school dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di MAN X ?

C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian skripsi ini adalah untuk :
1. Menjelaskan tentang implementasi full day school dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di MAN X.
2. Menjelaskan faktor-faktor penghambat implementasi full day school dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di MAN X.
3. Menjelaskan upaya mengatasi hambatan implementasi full day school dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di MAN X.

D. Manfaat Penelitian
Dalam mempelajari suatu ilmu pengetahuan tidak hanya cukup mempelajari teorinya saja, akan tetapi adanya penelitian juga merupakan suatu hal yang penting untuk perkembangan ilmu selanjutnya. Dalam hal ini penulis berharap agar penelitian ini bermanfaat :
1. Sebagai bahan informasi dalam perencanaan, pelaksanaan, inovasi, evaluasi dan pengambilan kebijakan oleh kepala madrasah guna meningkatkan prestasi belajar siswa di MAN X.
2. Sebagai bahan kajian bagi instansi lembaga pendidikan terkait, untuk turut andil dalam mengelola sekaligus mengembangkan kegiatan pendidikan dalam usaha meningkatkan prestasi belajar siswa di MAN X.
3. Sebagai sumbangan pemikiran mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan implementasi full day school dalam meningkatkan prestasi belajar siswa, faktor-faktor penghambat dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang sedang dihadapi MAN X.

E. Ruang Lingkup Pembahasan
Dalam penelitian ini agar pembahasan dari permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini tidak meluas sehingga tidak menimbulkan salah interpretasi, maka dalam penulisan skripsi ini perlu adanya pembatasan masalah terkait dengan tema. Peneliti akan menjelaskan secara rinci tentang wilayah penelitian dan ruang lingkup permasalahan yang akan diteliti, agar dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai posisi penelitian ini, sehingga langkah, arah, dan tujuan penelitian ini terkonstruksi dengan baik sehingga tidak menimbulkan ambigu.
Ruang lingkup masalah dalam hal ini hanya membahas tentang bagaimana implementasi full day school dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di MAN X, faktor penghambat implementasi full day school dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di MAN X, serta upaya mengatasi hambatan implementasi full day school dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di MAN X.

F. Penegasan Judul
Dalam rangka menghindari kemungkinan terjadinya pemahaman atau penafsiran yang tidak sesuai dengan makna yang penulis maksudkan, untuk itu dipandang perlu penegasan istilah judul dalam penelitian ini, maka dari itu penulis tegaskan sebagai berikut :
1. Full day school merupakan sebuah sistem pembelajaran yang dilakukan sehari penuh di mana proses kegiatan belajar mengajarnya mewajibkan civitas akademika berada di sekolah mulai dari pagi hingga sore hari sehingga rentan waktu belajar di sekolah relatif lebih lama. Agar siswa tidak merasa jenuh dengan sistem pembelajaran full day school maka seorang guru harus memiliki strategi pembelajaran yang bervariasi, sehingga mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menjadikan sekolah sebagai rumah bagi siswa, menghindarkan siswa dari kejenuhan dan menjadikan kebahagiaan bagi siswa.
2. Prestasi belajar siswa adalah hasil yang telah dicapai oleh siswa dalam bidang akademik setelah ia menyelesaikan proses kegiatan pembelajaran di suatu lembaga pendidikan tertentu, sehingga mengalami perubahan dalam bentuk tingkah laku sebagai hasil pengalaman belajar melalui interaksi dengan lingkungannya yang diwujudkan dalam bentuk pengetahuan, kecakapan, pemahaman, keterampilan dan sikap.

G. Sistematika Pembahasan
Dalam penulisan skripsi ini secara keseluruhan terdiri dari enam bab, yang masing-masing bab disusun dalam sistematika sebagai berikut :
Bab pertama berisi pendahuluan yang di dalamnya memuat tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup pembahasan, penegasan judul dan sistematika pembahasan.

Bab kedua merupakan kajian teori yang menguraikan tentang konsep full day school yang meliputi : pengertian full day school, pengelolaan full day school, sistem pembelajaran full day school dan metode yang digunakan. Selain itu akan diuraikan tentang konsep prestasi belajar yang meliputi : pengertian prestasi belajar, faktor yang mempengaruhi prestasi belajar serta teknik menentukan prestasi belajar. Terakhir akan diuraikan tentang implementasi full day school yang meliputi : implementasi full day school, faktor penghabat implementasi full day school dan upaya mengatasi hambatan implementasi full day school.

Bab ketiga memuat tentang metodologi penelitian yaitu meliputi : pendekatan dan jenis penelitian, kehadiran peneliti, lokasi penelitian, sumber data, metode pengumpulan data, analisis data, pengecekan keabsahan data dan tahap-tahap penelitian.

Bab keempat memuat tentang hasil penelitian yang diperoleh dengan menggunakan metode dan prosedur yang telah diuraikan pada bab tiga. Uraian ini berisi tentang deskriptif data yaitu latar belakang obyek penelitian yang meliputi sejarah berdirinya obyek, letak geografis, visi dan misi serta tujuan, struktur organisasi, keadaan guru dan pegawai serta siswa MAN X, keadaan sarana dan prasarana MAN X. Terakhir akan diuraikan tentang implementasi full day school, faktor penghabat implementasi full day school dan upaya mengatasi hambatan implementasi full day school dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di MAN X Kabupaten X.

Bab kelima berisi tentang pembahasan dan analisis data yang meliputi implementasi full day school dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di MAN X, apa saja faktor penghambat implementasi full day school dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di MAN X, dan upaya mengatasi hambatan implementasi full day school dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di MAN X.

Bab keenam merupakan bab terakhir, yaitu penutup yang memuat tentang : kesimpulan yang di dalamnya menyimpulkan secara keseluruhan masalah dan dilanjutkan dengan saran-saran yang bersifat konstuktif sebagai alternatif solusi yang diberikan penulis untuk kemajuan MAN X Kabupaten X.

Posted by: Admin Indeks Prestasi Updated at: 07:41:00

SPENERAPAN SISTEM FULL DAY SCHOOL SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI MADRASAH IBTIDAIYAH

PENERAPAN SISTEM FULL DAY SCHOOL SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI MADRASAH IBTIDAIYAH

A. Latar Belakang Masalah
Lembaga pendidikan dipandang sebagai industri yang dapat mencetak jasa, yang dimaksud jasa disini adalah jasa pendidikan, yaitu suatu proses pelayanan untuk merubah pengetahuan, sikap dan tindakan keterampilan manusia dari keadaan sebelumnya (belum berpendidikan) menjadi semakin baik (berpendidikan) sebagai manusia seutuhnya. Oleh sebab itu pembangunan dimasa sekarang dan masa mendatang sangat dipengaruhi oleh sektor pendidikan, sebab dengan bantuan pendidikan setiap individu berharap bisa maju berkembang dan dikemudian hari bisa mendapatkan pekerjaan yang pantas.

Lewat pendidikan orang mengharapkan supaya semua bakat, kemampuan dan kemungkinan yang dimiliki bisa dikembangkan secara maksimal, agar orang bisa mandiri dalam proses membangun pribadinya.

Di dalam ajaran islam pendidikan sangatlah diutamakan, hal tersebut dapat dilihat dengan ayat yang pertama kali turun dalam Al-Qur’an adalah memerintahkan untuk membaca, membaca dan membaca. Ini menunjukkan bahwa belajar atau dalam arti lain pendidikan adalah hal yang pokok bagi setiap pribadi muslim khususnya dan manusia pada umumnya. Firman Allah SWT dalam surat Az-Zumar ayat 9 yang berbunyi :
Artinya : "Adakah sama orang-orang yang berilmu pengetahuan dan orang orangyang tidak berilmu pengetahuan" (QS. Az-Zumar)

Firman Allah dalam surat Al-Mujadalah ayat 11 yang berbunyi :
Artinya : "Allah mengangkat orang-orang yang beriman dari golongan-mu semua dan orang-orang yang dikaruniai ilmu pengetahuan hingga beberapa derajat" (QS.Al-Mujadalah : 11).
Dalam hadits Nabi yang berbunyi :
Artinya : "keutamaan orang yang berilmu diatas orang yang beribadah itu seperti keutamaan bulan purnama diatas seluruh bintang-bintanglainnya" (HR. Abu Daud, Tirmizi, Nasa'i dan Ibn Hibban).

Dari keterangan ayat dan hadits diatas jelas bahwa orang yang berilmu dan orang yang tidak berilmu itu berbeda, ada perbedaan derajat di sisi Allah antara orang yang berilmu dan orang yang tidak berilmu, bahkan orang yang berilmu seperti bulan purnama diatas bintang-bintang yang lainnya. Dan Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat.

Dari uraian di atas dapat kita ketahui bahwa pendidikan merupakan salah satu pra-syarat (indikator) sebuah peradaban. Yang menunjukkan sesuatu peradaban itu maju atau tidak bisa dilihat dari seberapakah kualitas dari pendidikan yang terdapat di peradaban tersebut.

Namun menangani dunia pendidikan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, melainkan membutuhkan usaha keras dan sungguh-sungguh dalam rangka memanusiakan manusia melalui berbagai strategi, kreatifitas maupun inovasi dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan.
Di dalam proses pendidikan ada sebuah tujuan mulia, yaitu penanaman nilai yang di lakukan oleh pendidik terhadap peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan itu sendiri yaitu : sebagai mana termuat dalam UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003, bahwa "Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif dan mandiri, menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab."
Berdasarkan UU tersebut, salah satu ciri manusia yang berkualitas ialah mereka yang tangguh iman dan taqwanya serta memiliki akhlak mulia. Dengan demikian, ciri kompetensi keluaran pendidikan kita adalah ketangguhan dalam iman dan taqwa serta memiliki akhlak mulia.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, banyak sekali usaha-usaha yang dilakukan lembaga-lembaga pemerintah ataupun swasta dengan menerapkan system atau kurikulum yang dirasa pas untuk mewujudkan tujuan tersebut. Salah satu diantaranya adalah sistem full day school.

Banyak bermunculan sekolah-sekolah yang mengoptimalkan waktu pembelajaran di sekolah, hal tersebut di karenakan :
1. Kurang baiknya lingkungan masyarakat yang menuntut orang tua harus selalu megawasi anak anaknya karena di kahawatiran akan ikut dalam pergaulan yang kurang baik
2. Kurang adanya waktu yang disediakan orang tua untuk menemani anaknya di karenakan adanya tuntutan pekerjaan, sosial atau apapun yang menyibukkan orang tua.
3. Kecenderungan anak apabila di rumah, hanya bermain dan malas untuk belajar.
Maka untuk mengatasi hal tersebut, inisiatif yang dilkukan lembaga pendidikan dengan menerapkan system full day school. Di mana dalam full day school proses pembelajarannya tidak hanya bersifat formal, tetapi juga banyak suasana yang bersifat informal, tidak kaku, menyenangkan bagi siswa dan membutuhkan kreativitas dan inovasi bagi guru

Dengan adanya sistem semacam ini, lamanya waktu pembelajaran tersebut tidak akan menjadi beban, karena sebagian waktunya digunakan untuk waktu-waktu informal.

Dalam penelitian ini, peneliti mengambil lembaga pendidikan yang walaupun baru menerapkan sistem full day school tetapi terdapat inovasi-inovasi yang menarik dalam sekolah tersebut. Pertama, sekolah tersebut terdapat di pedesaan dengan menggunakan si stem full day school, Yang mana pada umumnya penerapan full day school itu kebanyakan terdapat di daerah perkotaan. Selain itu sekolahan tersebut juga mengoptimalkan penerapan system full day school dengan mengkolaborasikan antara kurikulum Depag dengan kurikulum buatan sendiri yaitu dengan menambah jadwal-jadwal yang bersifat keagamaan, seperti mengaji, sholat berjama'ah, latihan berpidato dll.

Kedua, menurut peneliti berdasarkan pantauan dan hasil wawancara dengan guru di MI (Madrasah Ibtidaiyah) tersebut setelah di diterapkannya sistem full day school di sekolah tersebut dengan berbagai inovasi-inovasi yang dilakukan, banyak warga masyarakat yang ingin mendaftar di sekolah tersebut, hal itu dapat dilihat dengan banyaknya siswa yang masuk dari tahun ketahun, walaupun ada penurunan pada tahun-tahun tertentu.

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis terdorong untuk melakukan penelitian tentang "PENERAPAN SISTEM FULL DAY SCHOOL SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI MI X"

B. Rumusan Masalah
Berangkat dari latar belakang diatas maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut :
1) Bagaimana penerapan sistem full day school di Madrasah Ibtidaiyah (MI) X ?
2) Faktor-faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat penerapan sistem full day school di MI X ?
3) Apakah penerapan sistem full day school dapat meningkatkan kualitas pendidikan di MI X ?

C. Tujuan Penelitian
Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai oleh penulis dari penelitian ini diantaranya sebagai berikut :
1) Mengetahui bagaimana penerapan sistem full day school pada MI X
2) Mengetahui faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat penerapan sistem full day school di MI X
3) Mengetahui apakah penerapan sistem full day school dapat meningkatkan kualitas pendidikan di MI X

D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konstruktif terhadap lembaga pendidikan terutama pada Madrasah Ibtidaiyah X dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Adapun secara detail, kegunaan tersebut diantaranya :
1. Bagi Peneliti
Penelitian ini paling tidak dapat menambah pengalaman serta khazanah pemikiran bam berkaitan dengan sistem full day school
2. Bagi Lembaga Pendidikan
Diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran terhadap pengembangan kurikulum khususnya di madrasah ibtidaiyah X dan umumnya kepada marasah-madrasah yang lain, sehingga diharapkan madrasah mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lain (non-madrasah) baik dari input, proses maupun output pendidikan madrasah.
3. Bagi Kepala Madrasah
Dapat digunakan sebagai tolak ukur dalam implementasi ataupun model pengembangany fullday school di MI X

E. Batasan Masalah
Karena luasnya masalah yang dapat dijadikan bahan penelitan, maka penulis membatasi masalah sebagai berukut :
1. Pengertian istilah.
Agar dapat dipahami dengan jelas judul skripsi ini yaitu Penerapan Sistem full day school Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan di MI X maka terlebih dahulu perlu dijelaskan istilah yang terdapat dalam judul tersebut, antara lain :
a. full day school adalah Sekolah sepanjang hari, maksudnya adalah proses sekolah sepanjang hari atau proses belajar mengajar yang diberlakukan dari pagi sampai sore hari.
b. Kualitas adalah perasaan menghargai bahwa sesuatu lebih baik dari pada yang lain. Perasaan itu berubah sepanjang waktu dan berubah dari generasi ke generasi serta bervariasi dengan aspek aktifitas manusia. Kalau di tarik dalam konteks pendidikan, yang di maksud dengan kualitas di sini adalah mengacu pada proses pendidikan dan hasil belajar
c. Lapangan (Scope) Penelitian
Penelitian ini obyeknya adalah sebuah lembaga pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) X. Yang mana peneliti akan mengobservasi tentang pelaksanaan sistem full day school yang di terapkan disana, faktor-faktor penghambat dan pendung, serta apakah dengan diterapkannya full day school di MI X tersebut dapat meningkatkan kualitas pendidikan di lembaga tersebut.

F. Sistematika Pembahasan
Dalam pembahasan skripsi ini penulis menyusun secara sistematis, disusun secara teratur, mudah dan jelas untuk itulah skripsi ini dibagi menjadi enam bab yang terdiri dari :
Bab I : Pendahuluan yang dibahas adalah latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, sistematika pembahasan.
Bab II : Pada bab ini merupakan pembahasan tentang full day school yang meliputi : Pengertian full day school, tujuan full day school, full day school dalam prespektif Islam, Metode yang digunakan dalam full day school, Pelaksanaan full day school, pengertian kualitas pendidikan, Macsam-macam upaya dalam meninkatkan kualitas pendidikan, penerapan full day school dalam meningkatkan kualitas pendidikan, faktor pendukukng dan penghambat full day school dalam meningkatkan kualitas pendidikan
Bab III : Pada bab ini merupakan Metode penelitian yang memuat tentang desain penelitian, lokasi dan subyek penlitian, instalment penelitian, sumber data, prosedur pengumpulan data, teknik analisa data, pengecekan keabsahan data, tahap-tahap penelitian.
Bab IV : Pada bab ini merupakan Laporan hasil penelitian atau penyajian serta analisis data yang diambil dari realita-realita objek berdasarkan penelitian yang dilakukan di MI X. dari sini penulis dapat mengaplikasikan data-data dalam rangka mengambil kesimpulan penyajian.
Bab V : Pada bab ini merupakan pembahasan hasil penelitian yang mana merupakan pencocokan antara hasil dari penelitian dengan teori yang ada
Bab VI : Pada bab ini merupakan penutup dari penulisan skripsi atau hasil akhir yang mencakup kesimpulan dan saran.

Posted by: Admin Indeks Prestasi Updated at: 07:19:00