Cari Kategori

PERANAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN KEPRIBADIAN SISWA MELALUI PEMBINAAN PENDIDIKAN AGAMA

Posted by Indeks Prestasi

SKRIPSI PERANAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN KEPRIBADIAN SISWA MELALUI PEMBINAAN PENDIDIKAN AGAMA DI SD



BAB I 
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Dalam era globalisasi saat ini, kemajuan IPTEK dan masuknya budaya-budaya asing telah mempengaruhi bangunan dan kebudayaan serta gaya hidup manusia, kenyataan semacam ini, akan mempengaruhi nilai, moral, sikap atau tingkah laku kehidupan individu dan masyarakatnya. Karena itu pendidikan dibutuhkan oleh manusia, lebih-lebih pendidikan agama, karena pendidikan agama dipandang salah satu aspek yang memiliki peranan penuh dalam mengembangkan dan membentuk generasi muda agar memiliki kepribadian yang baik. Maksudnya, kepribadian yang memiliki sopan santun, perilaku atau akhlak mulia dan moral yang baik. Pendidikan Agama memegang peranan penting untuk menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara, yang dapat menghasilkan manusia berkualitas tinggi untuk melaksanakan tugas sebagai seorang khulafa' di muka bumi ini.
Kepala sekolah sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan, harus memiliki kesiapan dan kemampuan untuk membangkitkan semangat kerja secara kelompok atau individu. Kepala sekolah juga harus mampu menciptakan suasana yang aman, nyaman, tentram, menyenangkan dan penuh semangat dalam bekerja sama, sehingga pendidikan dan pengajaran dapat berjalan tertib dan lancar. Untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh semua warga sekolah dan masyarakat. Maka kepala sekolah hendaknya memiliki peran kepemimpinan pendidikan yang kuat dalam arti mampu untuk mempengaruhi dan menggerakkan semua warga sekolah untuk mencapai tujuan.
Kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan memiliki peran sentral dalam membawa keberhasilan lembaga kependidikan. Kepala sekolah berperan memandu, menuntun, membimbing, membangun, dan memberi motivasi kerja, mengemudikan organisasi, menjalin jaringan komunikasi yang baik dengan komunitas sekolah, lingkungan sekitar dan yang lainnya.
Selain itu, kepala sekolah sebagai seorang tenaga fungsional juga memiliki tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. Dari pada itu kepala sekolah bertanggung jawab atas manajemen pendidikan secara mikro, yang secara langsung berkaitan dengan proses pembelajaran di sekolah. Seorang kepala sekolah harus mempunyai sebuah program untuk mengembangkan kepribadian siswa melalui kegiatan-kegiatan keagamaan di sekolah, seperti latihan ibadah perorangan dan jamaah, ibadah yang dimaksud di sini meliputi aktivitas-aktivitas yang mencakup dalam rukun Islam selain membaca dua kalimat Syahadat, yaitu shalat, puasa, zakat, haji ditambah bentuk-bentuk ibadah lainnya yang bersifat sunnah.
Dalam kegiatan ini siswa dirangsang untuk dapat memahami kegiatan-kegiatan keagamaannya secara mendalam dan mampu menterjemahkannya dalam kehidupan sehari-hari, dan melakukan kegiatan karya wisata ke suatu lokasi tertentu untuk melakukan pengamatan, penghayatan dan perenungan mendalam terhadap alam ciptaan Allah yang demikian besar dan menakjubkan, Peringatan hari besar Islam, yaitu kegiatan yang dilaksanakan untuk memperingati dan merayakan hari-hari besar Islam sebagaimana biasanya diselenggarakan oleh masyarakat Islam yang ada di seluruh dunia, Pesantren kilat, yaitu kegiatan yang diselenggarakan pada waktu bulan puasa yang berisi berbagai bentuk kegiatan keagamaan, seperti berbuka puasa bersama, tadarus Al-Qur'an, kunjungan atau silaturrahim antar sesama siswa untuk menambah jalinan erat persahabatan.
Kepribadian mencakup keseluruhan pikiran, perasaan dan tingkah laku, kesadaran dan ketidaksadaran. Kepribadian pembimbing orang untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan lingkungan fisik. Sejak awal kehidupan, kepribadian adalah kesatuan atau berpotensi membentuk kesatuan. Ketika mengembangkan kepribadian, orang harus berusaha mempertahankan kesatuan dan harmoni antar semua elemen kepribadian.
Al Wisol berpendapat dasar umum sifat-sifat kepribadian berasal dari keturunan, dalam bentuk tipe dan trait. Eysenck juga berpendapat bahwa semua tingkah laku dipelajari dari lingkungan dan kepribadian merupakan keseluruhan pola tingkah laku aktual maupun potensial dari organisme, sebagaimana yang ditentukan oleh keturunan dan lingkungan.
Optimalisasi peran kepala sekolah dalam mengembangkan kepribadian siswa sangat penting, seiring dengan tuntutan zaman. Kepala sekolah hendaknya juga mengerti kedudukan sekolah di masyarakat, mengenal badan-badan dan lembaga masyarakat yang menunjang pendidikan, mengenal perubahan sosial, ekonomi, yang kesemuanya itu harus dibarengi dengan IMTAQ dan IPTEK, demi mewujudkan moral, perilaku, dan pribadi anak bangsa sebagai calon penerus bangsa kita.
Pendidikan Agama Islam, sebenarnya memiliki wawasan yang begitu luas, agar melalui pendidikan keagamaan ini para siswa mampu memahami, menghayati dan menerapkan ajaran Islam yang termuat dalam kitab suci Al-Qur'an dan As-Sunnah. Kedua sumber ajaran ini sebagaimana kita ketahui memuat segala aspek kehidupan dan mengaitkan dengan fenomena alam, sosial, budaya, politik, ekonomi dan lainnya (kontekstual), sehingga dapat menambah kekhusukan dalam beribadah dan mampu membangun kesadaran beragama anak. Sasaran yang ingin di capai dan di kembangkan oleh kepala sekolah meliputi aspek hati nurani agar memiliki kehalusan budi (Akhlakul Karimah) daya nalar dan pikir agar anak cerdas dan memiliki keterampilan yang tinggi.
Siswa SD Negeri X, memiliki pengetahuan agama yang masih minim, yang berpengaruh terhadap pemahaman anak pada tentang pengetahuan agama, sehingga anak sering tidak melakukan sholat lima waktu, anak tidak lancar membaca Al-Qur'an dan lainnya. Menanggapi hal ini, maka kepala sekolah melakukan pembinaan kepribadian siswa tentang keagamaan melalui kegiatan-kegiatan keagamaan di sekolah, sehingga siswa mendapat pengetahuan tentang keagamaan yang belum mereka dapatkan dari orang tua, seperti kegiatan sholat berjamaah, menghafal surat-surat pendek, Pondok Ramadhan pada bulan puasa, mengikuti peringatan hari besar Islam di sekolah dan lainnya. Hal ini diketahui berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan agama di SD Negeri X bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan serta pengalaman siswa tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang dalam hal keimanan, ketakwaan, berbangsa dan bernegara serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Sekolah Dasar Negeri X memiliki banyak fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar, seperti laboratorium komputer, musholla, perpustakaan, koperasi, dan sarana penunjang lainnya. Juga berbagai macam kegiatan ekstra kurikuler yang dapat menunjang keterampilan siswa, diantaranya pramuka, pembinaan keagamaan, olimpiade, dan lainnya. Sekolah Dasar Negeri X ini dididik oleh tenaga-tenaga yang professional di bidangnya dan berpengalaman dalam dunia kependidikan. Sebanyak 13 orang tenaga pengajar merupakan lulusan dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia, dan berstatus sebagai pegawai Negeri.
Di Sekolah Dasar Negeri X sangat penting untuk melakukan pengembangan kepribadian siswa melalui kegiatan-kegiatan keagamaan yang ada di sekolah, dengan tujuan untuk memupuk moral siswa-siswi ke arah yang lebih baik sesuai dengan pendidikan agama islam. Kepala sekolah dalam kepemimpinannya selalu berusaha mengembangkan kepribadian siswa melalui pelajaran pendidikan agama yang diberikan oleh guru agama SD Negeri X supaya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang : PERANAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN KEPRIBADIAN SISWA MELALUI PEMBINAAN PENDIDIKAN AGAMA DI SD NEGERI X.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana peranan kepala sekolah dalam mengembangkan kepribadian siswa melalui pembinaan pendidikan Agama di SD Negeri X ?
2. Kesulitan apa saja yang dihadapi oleh kepala sekolah dalam mengembangkan kepribadian siswa melalui pembinaan pendidikan Agama di SD Negeri X ?

C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui bagaimana peranan kepala sekolah dalam mengembangkan kepribadian siswa melalui pembinaan pendidikan Agama di SD Negeri X.
2. Untuk mengetahui hambatan yang di hadapi kepala sekolah dalam mengembangkan kepribadian siswa melalui pembinaan pendidikan Agama di SD Negeri X.

D. Manfaat Penelitian
1. Peneliti
Dapat memperluas wawasan dan pengalaman baru bagi peneliti.
2. Pengguna
Hasil penelitian ini bisa menjadi informasi dan bahan pertimbangan bagi masyarakat dalam meningkatkan kwalitas pendidikan khususnya pembinaan agama.
3. Lembaga
Memperoleh informasi secara konkrit kondisi obyektif lembaga mengenai perbaikan akhlak siswa.

Related Post



Posted by: Admin Indeks Prestasi Updated at: 11:07:00

Post a Comment